Edisi 21-04-2017
Wanita Harus Cerdas Spritual Dan Intelektual


MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung berduet dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan dalam refleksi peringatan Hari Kartini 2017, di Aula Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Kamis (20/4).

Kedua tokoh perempuan Sumut ini menekankan pentingnya keberadaan kaum perempuan dalam konteks kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Nurhajizah, mengharapkan refleksi ini menjadi momentum kebangkitan perempuan-perempuan Sumut untuk berkontribusi lebih jauh dalam kemajuan daerah maupun bangsa. “Sosok RA Kartini sebagai pejuang emansipasi perempuan hendaknya menular bagi seluruh kaum perempuan.

Sebagai perempuan muslim, tentu kita harus membangun kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual yang berlandaskan ajaran Islam,” kata Nurhajizah. Dia menyebutkan, perempuan- perempuan Sumut diharapkan meneladani semangat perjuangan RA Kartini yang selanjutnya mampu memberikan dukungan demi lahirnya generasi yang membawa kemajuan bagi Sumut dan bangsa. “Saya berharap adik-adik di UIN bisa memelopori semangat juang untuk kemajuan daerah.

Setidaknya, kemajuan kampus yang dibanggakan ini,” katanya. Sebagai bagian dari pemerintah, Nurhajizah mengatakan, dirinya akan berupaya membantu mahasiswa kurang mampu agar dapat bantuan dari pemkab/pemko untuk membantu pembiayaan pendidikan agar tidak terjadi putus dijalan, terutama mahasiswa dan mahasiswi berprestasi. Menurutnya, mahasiswa cukup mengatakan kepada rektor ketidakmampuan untuk melanjutkan kuliah dan rektor harus melaporkan kepada wagubsu.

“Tinggal saya menggerakkan pemimpin daerah di mana mahasiswa atau mahasiswi berasal untuk membantu keuangan perkuliahan agar tidak putus di jalan,” katanya dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Rektor I UIN Sumut Prof Syafaruddin dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Amiruddin Siahaan. Nurhajizah yang juga perempuan pertama menjadi wakil gubernur Sumut ini juga memotivasi mahasiswa untuk menuntut ilmu.

Sehingga setelah tamat dari perkuliahan bisa mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara. “Tidak ada hambatan bagi kaum perempuan untuk memiliki karier selain sebagai ibu rumah tangga, tetapi imam (pemimpin) kita tetap saja suami,” ungkapnya. Sementara Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengatakan, sebagai perempuan Indonesia sewajarnya memiliki inspirasi dari sosok RA Kartini.

Tekad RA Kartina perempuan Indonesia harus maju tanpa harus menghilangkan kodrat sebagai istri dan ibu dari anakanaknya. “Hak perempuan dan lelaki memiliki persamaan hak untuk pendidikan juga berkarier di segala bidang termasuk di pemerintahan,” katanya. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa UIN Sumut mampu melahirkan generasi yang tak hanya memiliki ilmu juga keimanan.

“Insyaallah para almamater dari Uinsu tak hanya memiliki ilmu pengetahuan juga iman dan takwa kepada Allah SWT, agar bisa mengimplementasi dalam pekerjaan khususnya kehidupan seharihari,” ungkapnya. Selain itu, Syafrida yang juga perempuan pertama memimpin Bawaslu di Sumut, juga menambahkan, momen ini juga mengingatkan bahwa perempuan itu harus produktif dan inovatif.

Oleh sebab itu, kuantitas perempuan yang tinggi harus diimbangi dengan kualitas dan keberadaan skill yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Dalam ajaran Islam, derajat perempuan selalu ditinggikan dan tidak direndahkan. Bahkan dalam realita kehidupan ada beberapa hal yang kaum perempuan kerjakan tetapi lelaki tidak mampu melakukannya dalam waktu yang bersamaan.

“Ini adalah kekuatan perempuan yang sesungguhnya. Tinggal kita yang harus memastikan peranan kekuatan itu,” kata Syafrida Rasahan. Dia pun menyebutkan, sosok perempuan yang paling berperan dalam kehidupan pribadi setiap orang adalah ibu. Maka itu, berbahagialah bagi kita yang masih memiliki ibu. “Karena kehebatan beliau dari kaum perempuan sehingga bisa mendidik anak bangsa menjadi bermoral, berilmu, dan bermartabat,” katanya.

fakhrur rozi