Edisi 21-04-2017
Proyek Flyover Manahan Digarap 1 Tahun


SOLO– Pemerintah Kota Solo menggunakan pola multiyears dalam pelaksanaan proyek flyover (jalan layang) Manahan. Proyek digarap selama satu tahun dan ditarget rampung pada 2018.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan PR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan, pihaknya hanya menunggu realisasi pembangunan karena anggaran sepenuhnya ditangani pemerintah pusat. Termasuk penyusunan detail engineering design (DED) dikerjakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR).

“Proyek flyover Manahan kini memasuki tahapan proses lelang,” kata Endah Sitaresmi Suryandari kemarin. Sesuai perencanaan, proyek bakal menggusur lahan di sisi timur Jalan Dr Moewardi. Perhitungan awal, lahan terdampak berkurang antara 0,7 meter hingga 1 meter dari garis terluar trotoar. Namun karena ada penambahan lajur jalan flyover dari dua menjadi tiga, maka lahan terdampak bertambah.

“Kalau dua lajur saja lahan yang terdampak satu meteran, sehingga jika dibuat tiga lajur, bisa sampai tiga meter yang kena,” ungkapnya. Kendati begitu, dirinya belum dapat memastikan lahan yang bakal tergusur. Yang jelas, lahan yang terkena berada di sisi timur jalan. Dengan demikian, lahan pribadi yang terkena hanya sedikit sekaligus meminimalkan biaya pembebasanlahan.

“Disisitimur jalan hanya satu lahan pribadi, yaitu Hotel Agas,” terangnya. Adapun lahan lainnya merupakan milik Pemkot Solo sehingga biaya pembebasan lahan menjadilebihringandancepat. Sesuai pemetaan awal, lahan lainnya yang tergusur adalah Kantor Dinas Kebudayaan, Lapangan Kota Barat, dan shelter kuliner. Pemkot Solo menyiapkan anggaran Rp30 miliar pada APBD 2017 sebagai dana pendamping pembangunan flyover Manahan.

Selain untuk pembebasan lahan, juga dipakai untuk perbaikan drainase, pengadaan penerangan, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Dengan bertambahnya lahan yang perlu dibebaskan, maka anggarannya juga akan membengkak. Proses pembebasan lahan bakal menggandeng tim appraisal. Lahan yang tergusur akan dipakai untuk jalur pejalan kaki, sekaligus menyesuaikan desain jalan layang. Saat ini lebar ruas Jalan Dr Moewardi sekitar 14 meter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto berharap, pelaksanaan lelang rampung pada akhir April mendatang. Dengan demikian, dua perlintasan sebidang darurat dapat segera dikerjakan. Perlintasan darurat dipakai sementara karena selama proyek berlangsung, perlintasan kereta api (KA) Manahan akan ditutup. “Kami sudah mengantongi izin dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan) terkait pembangunan dua perlintasan darurat,” tandasnya.

ary wahyu wibowo