• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Pemerintah Dukung Pertamina Kelola Ladang Minyak Irak

Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tiga kiri) berbicara dalam jumpa pers mengenai rencana kunjungan kerja ke Irak, di Jakarta, kemarin. Kunjungan itu diharapkan meningkatkan hubungan bilateral antarnegara.

JAKARTA – Pemerintah akan mendukung PT Pertamina (Persero) untuk ikut mengelola ladang minyak Irak sebagai upaya meningkatkan kerja sama bilateral dalam bidang energi hulu serta rekonstruksi pemulihan ekonomi pascaperang.

“Kita akan melakukan nota kesepahaman dalam bidang energi sebagai back up Pertamina secara business to business untuk mendapatkan lapangan minyak di Irak,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat memaparkan rencana kunjungan kerja ke Irak, di Jakarta, kemarin.

Dalam kunjungan tersebut Hatta akan didampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, dan beberapa anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Hatta mengatakan, salah satu ladang yang berpotensi dikelola oleh Pertamina adalah lapangan minyak terbesar yang saat ini dikelola oleh Exxon Mobil.

Exxon akan mengalihkan sebagian kepemilikan pengelolaan karena ingin menggarap ladang minyak baru di Kurdistan. “Pertamina akan mengambil 10–20% pengelolaan. Itu punya Exxon. Karena mereka mempunyai lapangan lain, maka Irak mewajibkan Exxon untuk melepas sebagian kepemilikan di West Tuba,” ujarnya.Hatta menjelaskan, kerja sama kedua negara mencakup adanya pembangunan kapasitas, pengembangan hulu dan hilir, serta riset untuk mengembangkan sektor energi minyak dan gas bumi.

Selain itu, dalam kunjungan tersebut, ia mengharapkan adanya kesepakatan jatah 65.000 barel minyak jenis Basra light sweet crude dari Irak untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah dalam negeri. “Kalau 65.000 barel untuk memenuhi kebutuhan crude kita dalam negeri, sebagai jaminan pasokan. Secara business to business, Pertamina akan memastikan itu. Ini sedang dalam konfirmasi,” ujar Hatta.

Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia di Irak, pada 2011 cadangan minyak negara itu mencapai 115 miliar barel, dengan produksi pada Maret 2012 mencapai 2,3 juta barel per hari. Kunjungan kerja bidang ekonomi ini juga diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang lebih signifikan, serta menjaga hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1950.

Sebelumnya praktisi dan pengamat migas Eddy Purwanto mengatakan, sudah saatnya Indonesia menggunakan diplomasi untuk menunjang kedaulatan migas Indonesia. Malaysia yang telah lama menggunakan cara ini mampu menguasai portofolio lapangan migas di 35 negara, baik yang masih eksplorasi maupun yang sudah produksi.

Dengan demikian, ketahanan energi Negeri Jiran kini lebih baik ketimbang Indonesia yang masih berkutat dengan cadangan migas di dalam negeri yang semakin tipis. ● nanang wijayanto/ant 
 

Popular content