• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

PEMBANGUNAN INDONESIA TIMUR-Pelabuhan Peti Kemas Sorong Ditargetkan Beroperasi 2014

Sejumlah kapal bersandar di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, Jumat (15/3). PT Pelindo II berencana membangun pelabuhan baru di Pulau Teleme, yang memungkinkan kapalkapal besar sandar di daerah tersebut.Pembangunan pelabuhan tersebut diyakini akan mendorong perekonomian Indonesia timur secara keseluruhan.

SORONG– PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menargetkan pelabuhan peti kemas di Sorong, Papua Barat, bisa beroperasi akhir 2014. Pelabuhan yang rencananya dibangun di Pulau Teleme ini diharapkan mempermudah lalu lintas barang di Indonesia bagian timur.

Pembangunan pelabuhan peti kemas ini dalam rangka implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk percepatan pengembangan Indonesia Timur. Selain itu, untuk membangun konektivitas jaringan transportasi di seluruh Indonesia yang dijabarkan dalam enam koridor pembangunan ekonomi. Salah satu koridor pembangunan ekonomi adalah Papua-Maluku.

Salah satu prasyarat penting dalam konektivitas jaringan transportasi adalah adanya infrastruktur yang memadai, termasuk tersedianya pelabuhan peti kemas yang efisien untuk memfasilitasi adanya sistem logistik yang murah yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi pada koridor tersebut. Potensi arus barang di lalu lintas perairan Indonesia Timur mencapai 1 juta kontainer.

Saat ini, baru sekitar 40.000 kontainer masuk ke Sorong karena keterbatasan jalur pelayaran di sana. Sorong sendiri merupakan lokasi yang sangat tepat sebagai pusat distribusi angkutan peti kemas di wilayah Indonesia bagian timur maupun untuk kawasan Pasifik Barat. ”Jika pelabuhan ini sudah beroperasi maka harga barangbarang bisa turun hingga 50%,” kata Direktur Utama Pelindo II RJ Lino saat ditemui di Sorong, Papua Barat, baru-baru ini.

Menurut rencana, luas pelabuhan di Pulau Teleme ini yaitu 17 ha. Pulau seluas 150 ha yang masih berstatus hutan lindung ini, berjarak sekitar 100 kilometer dari Sorong, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Linomenegaskan, pelabuhan yang akan dibangun ini sangat penting untuk pengembangan perekonomian di Indonesia timur. Sebab dengan adanya pelabuhan baru ini, otomatis kapal-kapal besar bisa bersandar di Sorong.

Tak hanya itu, pelabuhan ini bisa menjadi lokasi transit kapal-kapal dari Australia menuju Asia Timur dan sebaliknya. Sebelumnya pelabuhantransitrute Australia-Asia Timur dan sebaliknya di Filipina. Dengan adanya pelabuhan baru inidiharapkan, kapal-kapalbesar ini singgah di Sorong. Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Pelabuhan di Sorong Pelindo II Zuhri Iryansyah menuturkan, Pulau Teleme sangat strategis karena lokasinya dekat dengan jalur pelayaran laut internasional.

Area perairan sangat luas, dalam, dan tenang sehingga sangat cocok untuk melayani kapal-kapal ukuran besar. ”Benar-benar ideal,” tegasnya. Menurut Zuhri, Pelindo II tengah berupaya mengajukan permintaan pembebasan kawasan hutan lindung Pulau Teleme untuk dikonversi menjadi area penggunaan lain (APL). Sebab secara fisik, Pulau Teleme tak lagi memenuhi kriteria sebagai hutan lindung. Sudah tidak ada pohon besar di area itu dan sebagian kawasan telah digunakan untuk berkebun oleh masyarakat sekitar. puguh hariyanto

Popular content