• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Tiga Parpol Serahkan Daftar Caleg

Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto (tengah) didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (HT) dan Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Bambang W Soeharto, saat menyerahkan daftar calon legislatif sementara ke Komisi Pemilihan Umum di Jakarta kemarin.

JAKARTA– Tiga partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 kemarin menyerahkan daftar calon legislatif sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiganya adalah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Ketiga parpol ini mampu memenuhi seluruh kuota caleg yang disyaratkan, yakni 560 orang. Bahkan, ketiganya juga mampu memenuhi aturan 30% kuota caleg perempuan. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (HT) optimistis Hanura bisa mencapai performa terbaiknya pada pelaksanaan Pemilu 2014.

Jika performa terbaik itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin Partai Hanura bisa menjadi pemenang Pemilu 2014. CEO MNC Group ini mengatakan, performa terbaik ter-sebut akan diperlihatkan para caleg Partai Hanura yang sudah didaftarkan ke KPU. Dalam pendaftaran itu, Partai Hanura mendaftarkan 560 calegnya.

Dari 560 orang caleg itu, 361 orang di antaranya caleg lakilaki dan 199 orang caleg perempuan. “Caleg Partai Hanura tentunya diandalkan partai untuk memenangkan pemilu. Saya berharap Partai Hanura bukan hanya meraih target tiga besar, tapi bisa memenangkan pemilu,” tandas HT sesuai menyerahkan DCS Partai Hanura di kantor KPU pusat, Jakarta, kemarin.

HT mengimbau, semua kader Partai Hanura harus bisa menjaga predikat partai agar tetap bersih. Tidak lupa, HT juga mengingatkan terus agar kader partai tetap bergerak untuk rakyat. Dia menyebutkan hal ini sudah dilakukannya dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah, bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan melakukan sosialisasi bersama kader-kader partai di daerah.

Terkait terpenuhinya syarat kuota 30% caleg perempuan, HT menyatakan hal ini merupakan kabar baik bagi para perempuan di Indonesia. Dengan begitu, kaum perempuan bisa menggantungkan harapan kepada Partai Hanura. “Ini emansipasi. Momen Hari Kartini sudah kita manfaatkan dengan memasukan 36% caleg Partai Hanura ke KPU. Jumlah perempuan yang diusung lebih dari kuota minimum 30%. Ini berita baik untuk para perempuan Indonesia,” paparnya.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengemukakan, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya partainya bisa menyelesaikan tahapan DCS. Dia mengaku, dalam menyusun DCS, Hanura mendapatkan masukan yang positif dari tokoh-tokoh partai politik. Seleksi caleg Partai Hanura, ujarnya, sangat ketat.

Pasalnya, orientasi seleksi caleg didasarkan pada kualitas, moralitas, integritas, dan kompetensi. Karena itu, Partai Hanura sangat memperhatikan latar belakang pendidikan para calegnya. “Latar belakang pendidikan caleg kami mayoritas sarjana dan D-3, sebesar 90%. Komposisinya D-3 5%, S-1 48%, S-2 28%, dan S-3 9%. Sedangkan caleg tamatan SMA hanya 10%,” paparnya.

Wiranto pun menyatakan caleg Partai Hanura juga didominasi oleh kaum muda yang berusia 40–50 tahun. Ketua DPP Bidang Ekonomi Partai Hanura Syaefunnur Mazhah mengungkapkan, satu hal yang mengejutkan dari penyusunan DCS ini, yakni tercantumnya nama Ana Luthfie yang tidak lain adalah adik kandung mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam daftar caleg Partai Hanura.

Menurut Mazhah, Ana akan menjadi caleg andalan Partai Hanura dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VI. Jawa Timur VI merupakan daerah kelahiran Ana dan Anas, yakni Kabupaten Blitar. “Adik kandung Anas bergabung dari dapil Jawa Timur VI di Blitar. Jadi, tidak hanya beberapa artis dan tokoh nasional yang didaftarkan sebagai bakal caleg Partai Hanura di Pemilu 2014 nanti,” ujarnya.

Menurut dia, dari caleg yang diajukan Partai Hanura, ada beberapa nama publik figur yang tercantum di DCS. Mereka di antaranya Gusti Randa dan David Chalik. Sementara dari tokoh nasional, ada nama adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Khadijah Wahid atau yang biasa disapa Lily Wahid.

Sementara itu, Partai Demokrat juga mendaftarkan 560 calegnya, dengan komposisi 350 orang caleg laki-laki dan 210 orang caleg perempuan. Kemudian, dari 148 anggota DPR incumbent, hanya 133 anggota DPR dari Partai Demokrat yang akan maju lagi di Pemilu 2014. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendaftarkan ke-560 caleg Demokrat ke KPU didampingi Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarif Hasan.

Hadir juga petinggi Partai Demokrat seperti Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan, dan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat R Ajeng Ratna Suminar.

Ketua Satuan Tugas Penyusunan DCS DPP Partai Demokrat Suaidi Marasabessy mengutarakan, ke-15 anggota DPR dari Partai Demokrat tidak mencalonkan lagi karena beberapa alasan. “Yakni pindah partai, maju dalam pemilu kepala daerah (pilkada), menjadi bupati, faktor umur, proses pergantian antar-waktu (PAW), serta mengundurkan diri dari partai untuk maju sebagai calon anggota DPD,” papar Suaidi di Kantor KPU pusat, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, ke-560 caleg Demokrat yang dicantumkan dalam DCS ini merupakan dari hasil penjaringan dari 1.400 orang yang mengambil formulir pencalegan. Dari jumlah itu, ada 1.200 orang yang mengembalikan formulir dan disaring lagi menjadi 560 orang. Dari 560 caleg Partai Demokrat, beberapa di antaranya berlatar belakang artis.

Mereka adalah Yenny Rachman dari dapil DKI Jakarta I, Anwar Fuadi dari dapil Palembang, dan Dede Yusuf dapil Jabar II. Adapun beberapa artis yang sudah menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat, seperti Inggrid Kansil dan Venna Melinda, akan tetap maju sebagai caleg pada Pemilu 2014 dari dapil asalnya masing-masing.

Satu hal yang cukup mengejutkan yakni dicantumkannya nama saudara kandung mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Muhammad Nasir. Nasir yang sudah duduk di parlemen sejak 2009 kembali menjadi caleg Partai Demokrat dari Riau. Nasir mendapatkan nomor urut satu di dapil Riau. “Tidak ada dosa turunan. Itu yang banyak dosa kan Nazaruddin. Tidak mungkin keluarganya juga ikutan dianggap berdosa,” tandas Suaidi.

Keluarga Nazaruddin lainnya yang dipastikan menjadi caleg dari Partai Demokrat adalah sepupunya bernama Ayub Khan. Ayub tampaknya akan ditempatkan di dapil Jawa Timur IV. Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarif Hasan tidak mempermasalahkan dua anggota keluarga Nazaruddin masuk dalam DCS. “Kalau saudaranya, kebetulan mengaku saudara, itu kan lain hal. Bukan dia yang bersalah. Ini masingmasing,” tandasnya.

Sementara itu, Partai Golkar juga mendaftarkan 560 calegnya dengan komposisi caleg laki-laki 358 orang (63,93%) dan caleg perempuan 202 orang (36,07%). Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham menyebutkan, dari 106 anggota DPR periode lalu, ada 14 orang yang tidak dicalonkan kembali.

“Untuk target, sesuai dengan rapat terakhir, kita menargetkan 35% atau jika dikonversikan sama dengan 198 kursi DPR. Agar target itu tercapai, kami juga akan mengatasi permasalahan yang dihadapi di DPR. Karena DPR paling banyak disorot. Persoalan kinerja, Golkar lebih mengedepankan kompetensi dan bukan popularitas,” tandasnya.

Jika dilihat dari usia, generasi muda mendominasi susunan caleg dari Partai Golkar. Caleg dengan usia 45 tahun ke bawah ada sebanyak 216 orang (38,57%), sedangkan caleg Partai Golkar dengan latar belakang pendidikan SMA ada 68 orang (12,14%), S-1 247 orang (44,11%), S-2 201 orang (35,89%), dan S-3 44 orang (7,86%).

Sejumlah anggota DPR dari Partai Golkar dari kalangan artis juga kembali diusung menjadi caleg, di antaranya Nurul Arifin, Tantowi Yahya, dan penyanyi lawas Teti Kadi. Satu artis yang baru kali ini diusung Partai Golkar menjadi caleg adalah pembawa acara Charles Bonar Sirait. Idrus menyatakan tidak ada satu pun menteri dari Partai Golkar yang diusung menjadi caleg. ●radi saputro

Popular content