• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Stok Darah Berkurang 40%

PALEMBANG – Selama Ramadan, stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang berkurang hingga 40%. Bahkan, untuk golongan darah B stoknya kosong.

Salah satu penyebab berkurangnya stok darah tersebut karena jumlah pendonor yang berkurang. “Jumlah pendonor berkurang 30–40% karena puasa. Masyarakat capek berdonor di bulan puasa karena pada malam harinya usai salat Tarawih biasanya langsung tidur dan ketika puasa takut mengurangi stamina,” ucap Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Palembang Anton Suwindro, kemarin. Anton mengakui, sebelumnya pihaknya sudah menyiapkan langkah guna mengantisipasi berkurangnya pendonor. Yakni bekerja sama dengan lembaga kemasyarakatab nonmuslim untuk menggelar donor darah.

“Sabtu (20/7), kita telah berkoordinasi dengan Paguyuban warga Tionghoa untuk donor dan mendapatkan 180 kantong darah. Minggu yang lalu bekerja sama dengan dua gereja dan mendapat sekitar 60- an kantong darah,” tutur Anton. Dia menduga, kekosongan darah terjadi karena banyaknya permintaan terhadap suatu jenis darah tertentu. Sementara dalam waktu yang bersamaan suplainya berkurang. “Dalam sehari bisa saja terjadi suatu golongan darah yang paling banyak diminta. Bisa jadi golongan tertentu tidak ada, tetapi golongan darah lain mencukupi,” tuturnya.

Kepala Administrasi dan Kepegawaian Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Palembang Bambang Irawan menuturkan, saat ini, pihaknya tengah kekosongan stok darah B. Untuk mengatasinya, pihaknya meminta lembaga nonmuslim menggelar donor darah. “Setiap minggu kadangsatugereja yangmembantu, namun stok darah di bulan puasa masih saja sulit. Makanya jika ada pasien yang membutuhkan darah, kita sarankan dari pihak keluarga yang membantu mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Menurut dia, hampir setiap tahun di Indonesia ketika Ramadan mengalami kekurangan darah. Hal ini karena jumlah pendonor yang berkurang. “Menjelang Ramadan, kita telah banyak mendapatkan darah dari pendonor, tetapi karena permintaan lebih banyak daripada yang berdonor sehingga stok yang ada lama kelamaan berkurang. Pendonor yang berkurang disebabkan faktor puasa yang takut staminanya berkurang jika berdonor,” ungkapnya. Panda, 28, warga Kertapati mengaku tidak berhasil mendapatkan dua kantong darah golongan B dari PMI kemarin.

Pihak PMI menyatakan darah tersebut saat ini sedang kosong. “Saya membutuhkan dua kantong darah B untuk keperluan ayah saya, tetapi stoknya kosong. Padahal katanya stok darah untuk bulan puasa amanaman saja. Saat ini saya masih mencari pendonor darah ini. Dan memang pihak PMI mengatakan telah sepekan ini stok darah B kosong,” ucapnya. riska oparis

Popular content