• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Seragam Gakin Tanpa Lelang

SURABAYA – Pengadaan seragam siswa keluarga miskin (gakin) atau mitra warga dilakukan tanpa lelang. Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya berdalih ada tingkat kesulitan khusus dalam pengadaan proyek senilai Rp3,5 miliar itu.

Fakta ini terlihat dari pengalaman- pengalaman pengadaan tahun-tahun lalu. Pemenang lelang selalu terlambat dalam mengerjakan pengadaan seragam dan perlengkapan siswa gakin. Untuk itu pola pengadaan dilakukan perubahan format tanpa menyalahi aturan. “Pengadaan seragam gakin selalu terlambat. Kami mencoba mencari alternatif pengadaan lebih baik,” kata Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Eko Prasetyoningsih kemarin.

Eko mengatakan, dalam pengadaan seragam untuk siswa SD, SMP, dan SMA/SMK dari jalur mitra warga, ada kesulitankesulitan yang dimiliki. Di antaranya persoalan ukuran berbeda antarsiswa di sekolah-sekolah. Selain itu, warna dan kaos olahraga juga berbeda dengan di sekolah. Padahal jumlah sekolah yang ada di Surabaya sangat banyak. Untuk tingkat SD mencapai ratusan sekolah, belum SMP, SMA, dan SMK. Mereka mempunyai beragam baju dan kaos olahraga.

“Bayangkan masingmasing sekolah hanya memiliki jatah 5% siswa gakin. Seragam memiliki logo dan warna berbeda,” kata Eko. Untuk itu dindik akan mengubah cara pencairan anggaran untuk keperluan seragam sekolah gakin. Sekolah yang memberikan seragam kemudian pemerintah kota (pemkot) akan mengganti jumlah anggaran yang telah dikeluarkan. Sistem ini, lanjut dia, merupakan cara terbaik dalam memberikan seragam.

Dengan cara ini tidak ada yang dirugikan. Sekolah akan memperoleh ganti rugi semua biaya yang dikeluarkan asal laporan keuangan sesuai ketentuan. Sedangkan di sisi lain siswa bisa lebih cepat memperoleh seragam. “Kalau dulu masih menunggu lelang. Sekarang lebih cepat. Semua siswa gakin sudah memakai seragam baru,” ungkap Eko.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyatakan, tidak mempersoalkan cara dindik memberikan seragam, yang penting keperluan pendidikan siswa miskin bisa diperhatikan dengan baik. Apakah sekolah berutang dulu atau dengan cara lain. “Soal teknis kita serahkan dindik, jangan diganggulah,” katanya. ●arief ardliyanto

Popular content