• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Entok Slenget Kang Tanir, Turi - Slengetannya Terasa Nikmat di Mulut

Penyuka pedas pasti ketagihan dengan menu entok slenget besutan Kang Tanir. Semur daging entok ini memiliki cita rasa yang mampu membakar lidah. Bukan hanya merica, cabai rawit merah juga digunakan untuk menyempurnakan rasa pedas yang dijamin slengetan-nya bikin ketagihan.

Entok Slenget Kang Tanir namanya. Ya, di bangunan sederhana seluas 5 x 6 meter ini selalu penuh sesak oleh pengunjung yang antre ingin mencoba entok semur buatan Kang Tanir. Saat memasuki warung ini, suasananya memang seperti warung- warung kebanyakan. Tak ada yang istimewa dari tampilan warungnya. Namun jangan salah, saat Anda merasakan menu sajian warung ini, dijamin akan bakal balik lagi ke tempat ini meski harus menempuh jarak 20 km bila dihitung berangkat dari pusat Kota Yogyakarta. Entok Slenget Kang Tanir berdiri sejak 2007.

Tanir dibantu empat orang karyawannya yang membantunya memasak entok slenget dan tengkleng tulang entok. Entok slenget terbuat dari bahan daging entok yang dipotong kecil-kecil. Sebagian masyarakat mungkin belum familier dengan kata entok. Entok adalah hewan sejenis bebek, tapi beda spesies yang memiliki tekstur daging lebih lembut dari bebek. Bahan itu dioseng pakai bawang merah, bawang putih, gula jawa, lada, dan cabai rawit merah.

Di tempat Tanir, pengunjung dapat memesan berapa jumlah cabai yang ingin dimasukkan ke dalam semur tersebut. Ada beberapa tingkat kepedasan yang ditawarkan oleh Tanir. Biasa rasanya sedang, pedas, dan ekstra pedas. “Jumlah cabai yang diberikan antara lain sedang bisa sampai 3 buah, kalau pedas antara 5 –7, dan ekstra pedas lebih dari 11 buah cabai,” ungkap Tanir kemarin. Arti kata slengetdi sini merujuk pada cabai yang dicampur dengan semur entoknya.

Agar rasa pedas bersemayam lebih lama di mulut, Tanir menambahkan merica. Merica memberikan efek hangat di badan. “Setelah memakan dagingnya, saya masih merasakan slengetnya di mulut,” kata salah satu pengunjung bernama Ariyani yang sedang ngabuburit bersama teman kuliahnya. Kenaikan BBM menjadi tantangan tersendiri bagi Tanir agar pelanggan tidak pergi. Dia kemudian menyiasati menu kuliner itu dengan memperkecil porsi tapi dengan harga jual tetap.

“Kalau saya sih tidak masalah yaporsinya diperkecil, kanbisa nambah pesan lagi,” kata Ariyani. Dia mengaku telah menjadi pelanggan setia entok slenget sejak setahun lalu. Satu porsi entok slenget dijual dengan harga Rp12.000 untuk minuman es teh dan es jeruk Rp2.000. Warung Entok Slenget ini buka pukul 16.00–20.00 WIB. Tertarik mencicipi kuliner khas Yogya, entok slenget yang beralamat di Randusongo, Donokerto, Kecamatan Turi ini bisa menjadi jawabannya. ●

WINDY ANGGRAINA
Sleman  

Popular content