• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Analisis Teknikal untuk Investor Aktif

Analisis yang tidak kalah populernya dengan analisis fundamental adalah analisis teknikal. John Keynes, ekonom Inggris pelopor mazhab Keynesian, sejak dulu berteori bahwa harga saham tidak hanya dipengaruhi faktor fundamentalnya.

Karenanya, setiap perusahaan sekuritas pasti memiliki beberapa analis fundamental (fundamentalis) dan minimal satu analis teknikal (teknikalis) untuk membantu pengambilan keputusan para manajer investasinya.

Persamaan fundamentalis dan teknikalis adalah keduanya percaya bahwa masih ada celah untuk memperoleh keuntungan abnormal di pasar. Analisis fundamental sebagai pendekatan utama dan analisis teknikal sebagai pendekatan alternatif. Ini bertentangan dengan hipotesis pasar efisien kuat yang mengatakan analisis menggunakan chart, laporan keuangan, dan informasi orang dalam sekalipun tidak akan bisa memberikan keuntungan abnormal.

Pengikut hipotesis pasar efisien kuat mengatakan, untuk setiap datangnya informasi baru, penyesuaian harga akan terjadi begitu cepat sehingga relatif tidak memungkinkan siapa pun untuk memperoleh keuntungan abnormal.

Teknikalis vs Fundamentalis

Perbedaan utama fundamentalis dan teknikalis adalah pada asumsi tentang kecepatan informasi mempengaruhi harga saham. Teknikalis percaya reaksi harga saham terhadap informasi adalah lambat, sementara fundamentalis percaya kalau penyesuaiannya berlangsung cepat. Teknikalis percaya pasar tidak efisien, sedangkan fundamentalis percaya pasar efisien tetapi lemah.

Perbedaan lain adalah fundamentalis lebih menekankan pada seleksi saham dengan mencari nilai intrinsik dan membandingkannya dengan harga di pasar. Fundamentalis berusaha menjawab pertanyaan whatdan why to buy, sedangkan teknikalis menekankan momentum atau market timing dan mencoba menjawab when to buy.

Kita ketahui bersama, seleksi saham dan market timing adalah faktor yang akan menentukan sukses tidaknya seorang manajer investasi dan investor saham. Asumsi teknikalis adalah harga saham bergerak dalam pola tertentu dan relatif berulang dari waktu ke waktu. Jika fundamentalis menggunakan laba dan laporan keuangan untuk analisisnya, teknikalis menggunakan indikator harga dan volume sebagai variabel utamanya.

Analisis fundamental lebih tepat untuk investor yang menggunakan strategi pasif atau buy and hold (membeli dan terus memegangnya untuk jangka panjang). Sementara analisis teknikal dianjurkan untuk investor dengan strategi aktif yaitu yang melakukan trading saham hampir setiap hari.

Keunggulan dan Kelemahan

Analisis teknikal mempunyai keunggulan mudah dan cepat. Teknikalis tidak memerlukan laporan keuangan atau memahami kondisi perekonomian makro dan industri seperti fundamentalis. Terakhir, analisis teknikal mengatakan alasan ekonomis dan psikologis serta tingkah laku rasional dan irasional investor saham sudah tercermin dalam harga dan volume.

Namun, analisis teknikal juga dikritik karena dapat dilakukan siapa s a j a t a n p a pemahaman memadai tentang ekonomi makro, industri, dan perusahaan. Interpretasi dari grafik (chart) juga sangat subjektif, tergantung yang menganalisis. Laba dan data keuangan menjadi sekunder dan kehilangan peran pentingnya sebagai pemberi sinyal mengenai prospek perusahaan.

Fundamentalis dan pendukung hipotesis pasar efisien skeptis terhadap manfaat analisis teknikal. Beberapa komentar sinis mereka yang tidak suka dengan analisis teknikal adalah, ”Even a m o n k e y can do it” dan “Bertaruh di pertandingan sepak bola Liga Eropa mempunyai kemungkinan lebih besar memperoleh keuntungan daripada menjadi teknikalis.”

Strategi Teknikalis

Analisis teknikal dapat diterapkan untuk keseluruhan pasar, industri, atau saham. Para teknikalis berusaha untuk mengalahkan pasar dan mendapatkan keuntungan abnormal dengan menggunakan indikator-indikator teknikal. Untuk itu ada dua strategi yang biasa digunakan para teknikalis yaitu mengikuti pasar (follow the smart money view) dan berlawanan dengan pasar (contrarian view).

Strategi mengikuti pasar mengasumsikan investor yang ada di pasar modal pintar dan memahami apa yang mereka lakukan sehingga cukup bijak jika teknikalis berperilaku ikut-ikutan (herding atau jump the bandwagon) selagi masih ada waktu. Strategi ini bisa dibandingkan dengan hukum Newton dalam Fisika tentang kelembaman yang mengatakan bahwa benda yang sedang bergerak cenderung untuk tetap bergerak. Penganut strategi ini akan membeli saham pada saat harga sedang bergerak naik dengan harapan momentum naik ini akan berlanjut di masa depan.

Mereka akan berbalik arah dan menjual saham bila sentimen pergerakan naik telah melemah atau selesai. Mereka berusaha menerapkan strategi buy high and sell higher. Jangan takut untuk membeli saham pada harga tinggi saat pasar bullish, jika kita dapat menjualnya lagi pada harga yang lebih tinggi. Strategi kontrarian, sebaliknya, berpendapat mayoritas investor saham salah dan kita dapat memanfaatkan kesalahan ini dengan cara mengambil posisi melawan pasar (kontra).

Strategi kontrarian ini sejatinya mirip dengan strategi analisis fundamental, namun menggunakan grafikdanbukanrasioatauangka laporan keuangan. Ketika investor menunjukkan keserakahannya dalam membeli saham saat bullish, pengikut kontrarian justru menunggu dan mencari saat yang tepat untuk menjual saham.

Kontrarian berusaha untuk menerapkan prinsip utama dalam berinvestasi yaitu buy low sell high. Saat pasar bearish dan harga saham sudah turun banyak karena investor panik, investor kontrarianjustrumelakukanaksi beli. Kontrarian percaya pada teori pantulan dan teori Newton yang lain yaitu gravitasi. Bahwa bola kenyal yang dibanting ke bawah akan memantul ke atas danwhat goes up must come down.

Tips dari saya, pengetahuan analisis teknikal tentunya akan melengkapi strategi Anda dalam berinvestasi terutama untuk mereka yang aktif. Menyongsong datangnya hari kemenangan, perkenankan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. 

BUDI FRENSIDY
Perencana Keuangan & Penulis Buku “Cerdas Menghadapi Trik Bank” dan “Lihai Sebagai Investor”
@BudiFrensidy

Popular content