• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

1.014 Caleg Perebutkan 80 Kursi DPRD Sulsel

Anggota KPU Pusat Hadar Nafis Gumay memperlihatkan lembar Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI di Jakarta, kemarin. KPU meloloskan 6.608 nama DCT akan memperebutkan 650 kursi yang terbagi dalam 77 daerah pemilihan.

MAKASSAR– Komisi Pemilihan Umum se-Indonesia serentak mengumumkan Daftar Caleg Tetap (DCT) untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014.

Di Sulsel sebanyak 1.014 calon anggota legislatif dari 12 partai politik akan bertarung memperebutkan 80 kursi DPRD Sulsel. Selama proses Daftar Caleg Sementara (DCS) hingga menjadi DCT, KPU Sulsel hanya melakukan penggantian terhadap empat caleg. Penggantian ini lantaran caleg tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan KPU (PKPU).

Keempatnya yakni Anwar Alam Dg Sewang dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang rencananya maju lewat daerah pemilihan (dapil) III Sulsel, meliputi Kabupaten Gowa dan Takalar. Selain itu, Herlinda, bakal caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari dapil IX, meliputi Sidrap, Enrekang dan Pinrang.

KPU juga mencoret Kamaluddin, bakal caleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari dapil IV Sulsel yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar. Terakhir, Saharuddin dari PBB yang maju lewat dapil VI meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Parepare. “Di antara mereka ada yang mundur, ada juga yang digugurkan lantaran adanya masukan dari masyarakat. Total yang gagal masuk DCT hanya empat orang,” ujar Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, kemarin

Menurut Asrar, KPU tidak mengalami kendala dalam proses penggantian para caleg tersebut. KPU Sulsel juga meloloskan semuapartaidari total11dapildi Sulsel lantaran terpenuhinya kuota perempuan yang biasanya menjadi kendala utama partai poltik dalam menyusun DCS. Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief mengatakan, saat ini tugas KPU untuk DCT pileg telah selesai. Menurutnya, KPU membuka ruang kepada pihak tertentu yang merasa dirugikan atas penetapan DCT tersebut.

 Sesuai aturan KPU, protes bisa dilakukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam masa waktu tiga hari jika merasa dirugikan dengan DCT. “Jadi prosesnya sisa di Panwaslu kalau ada yang melakukan protes. Kini tugas KPU sisa menunggu DCT DPD yang juga nantinya akan diumumkan. Sejauh ini masih digodok di KPU pusat,” terangnya.

Sementara itu, 288 caleg DPR RI dari tiga dapil di Sulsel akan bersaing memperebutkan jatah 24 kursi DPR RI di Senayan. Persaingan memperebutkan 24 kursi tersebut dipastikan sengit. Ketatnya persaingan dapat dilihat dari nama-nama politisi yang dimunculkan partai politik (parpol).

Selain mengusung kembali wajah-wajah lama yang saat ini menjabat anggota DPR, parpol juga memunculkan sejumlah tokoh yang dikenal memiliki basis massa, termasuk mantan bupati dan anggota DPRD Sulsel yang sudah menjabat dua periode. Pertarungan caleg DPR ini kembali dibagi ke dalam tiga dapil. Dapil I mendapatkan jatah 9 kursi, dapil II 8 kursi, dan dapil III 7 kursi.

Di Dapil I, putra pengusaha Tanri Abeng, Emil Abeng masuk prioritas caleg Partai Golkar. Dia akan diajukan bersama saudara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Di dapil ini keduanya akan saling adu strategi dengan dua anggota DPR RI asal Partai Demokrat, yakni Reza Ali dan Nizhar Shihab. Persaingan bertambah ketat dengan majunya mantan calon bupati Gowa Andi Maddusila Idjo yang dikenal punya basis massa militan, terutama di Gowa.

Selain nama-nama tersebut, di dapil ini juga bersaing putri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Nama kandidat kuat lainnya yakni Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa, anggota DPR RI periode 2009-2014 asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Dg Se’re, dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Ashabul Kahfi yang juga ketua DPW PAN Sulsel.

Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung yang pada Pemilu 2009 maju lewat Dapil II, kali ini juga akan maju melalui Dapil I. Persaingan tidak kalah sengit juga akan terjadi di dapil II. Sejumlah tokoh Sulsel yang sudah berkiprah di level nasional mengambil tempat strategis di partainya. Di antaranya Nurdin Halid (Golkar), Jafar Hafsah (Demokrat), Malkan Amin (Partai NasDem), dan A Taufan Tiro (PAN).

Nama potensial lain di dapil ini yakni Bupati Bone dua periode Andi Idris Galigo yang maju lewat Demokrat. Di dapil III, beberapa muka lama juga masih mengambil bagian. Di antaranya, politisi Partai Golkar Markus Nari, dan Ali Mochtar Ngabalin, politisi Demokrat Andi Timo Pangerang, dan Bahrum Dido, Sekretaris DPW PAN Sulsel Buhari Kahar Mudzakkar, dan istri Andi Rudiyanto Asapa, Felicitas Asapa.

Sementara itu, KPU Maros menetapkan 403 DCT untuk DPRD Maros. Ketua KPU Maros, A Jufri D mengatakan, dari 405 DCS, ada 2 orang yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan dicoret, yakni yakni A Nursal dan Hariana. Hariana H Laodi dari Partai Demokrat (dapil 4), sedangkan A Nursal Pewadjoi dari Partai Hanura (dapil 3). Dua orang yang tidak lolos itu tidak mampu memenuhi persyaratan dalam UU nomor 8 Tahun 2012 Pasal 51 poin G.

Kemudian diperkuat oleh PKPU Nomor 7 Tahun 2013 dan PKPU Nomor 13 Tahun 2013. “Mengenai hukuman pidana, setelah ada verifikasi, hasil putusan pengadilan yang bersangkutan di ancam Pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman 0 sampai 20 tahun. Kami juga telah melakukan konsultasi dengan KPU Provinsi,” pungkasnya.

Ketua DPD II Partai Hanura Maros, Asnawing Thahir mengatakan akan menempuh jalur hukum atas dibatalkannya caleg Hanura tersebut. “Pada PKPU Nomor 13 dinyatakan bahwa hukuman lima tahun ke atas itu tidak di masukkan ke dalam daftar calon. Sementara caleg kami tidak pernah di vonis bersalah dengan ancaman pidana lima tahun ke atas,” ungkapnya.

539 Caleg Bertarung di Polman

KPU Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menetapkan 539 DCT akan memperebutkan 45 kuota kursi DPRD Polman. “Semuanya telah memenuhi berkas dan tidak ada pengurangan calon,” ujar Ketua KPU Polman, Ahmad Taouwe saat memimpin rapat pleno penetapan DCT kemarin.

Jumlah 539 DCT tersebut berasal dari 12 partai politik “Masing-masing partai memiliki calon legislatif sebanyak 45 orang dan memenuhi 36 persen keterwakilan perempuan,” ujar Ahmad. Pada Pileg 2014 mendatang, jumlah anggota DPRD mengalami penambahan dari 40 kursi menjadi 45 kursi. jumardin akas/najmi s limonu/ andi indra

Popular content