• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jepang Bangun Pabrik Kabel

JEPARA– Perusahaan asal Jepang, PT SAMI akan membangun pabrik pembuatan komponen kabel mobil di Kabupaten Jepara. Investasi ini bernilai miliaran rupiah dan diperkirakan menyedot ribuan pekerja.

Sekretaris Daerah(Sekda) Jepara Sholih mengatakan, saat ini PT SAMI sudah mengajukan izin pendirian pabrik diwilayah Kecamatan Mayong. Rencananya, pabrik tersebut akan didirikan di lahan seluas 9 hektare. “Mereka sudah paparan kepada Pemkab Jepara. Kami menyambut baik dan saat ini sedang diurus perizinannya,” kata Sholih, kemarin. Jika tidak ada hambatan, pabrik tersebut akan mulai beroperasi 2014 mendatang.

Pabrik PT SAMI sudah berdiri di sejumlah tempat baik di Indonesia maupun negara lainnya. Di Indonesia, pabrik sudah berdiri di Ungaran dan Jawa Barat. Saat paparan kepada Pemkab Jepara, kata Sholih, PT SAMI memperkirakan pabrik yang didirikan di Mayong akan mampu menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja. Dari jumlah itu, sekitar 95% merupakan tenaga kerja wanita atau sekitar 3.000 pekerja perempuan.

Menurut Sholih, jumlah tenaga kerja tersebut tidak bisa dipenuhi oleh angkatan kerja Jepara. Sebab berdasarkan data, jumlah pencari kerja di Jepara saat ini sekitar 4.000 orang, baik laki-laki maupun perempuan. “Ini jadi berkah juga bagi daerah sekitar Jepara misalnya Kudus, Demak, atau Pati. Sebab, jumlah pencari kerja berjenis kelamin perempuan asal Jepara angkanya jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan,” katanya.

Sholih menambahkan, selain PT SAMI tahun ini Jepara juga diminati investor lokal Indonesia. Rencananya, ada dua investasi lain yang akan ditanamkan di Jepara. Yakni investasi berupa pembangunan waterparkdan hotel seluas 10 hektare di kawasan Pantai Mororejo Kecamatan Mlonggo. Kemudian pembangunan kawasan wisata dalam seluas 5 hektare di kawasan Pantai Blebak Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Jepara.

Kedua investor ini sedang mengurus berbagai perizinan yang dibutuhkan untuk mendirikan usahanya. “Selain itu ada juga pabrik garmen yang melirik Jepara. Tapi kami masih tunggu proposal mereka,” ucapnya. Jepara mempunyai berbagai keunggulan sebagai tempat investasi. Wilayah ini merupakan jalur pantura sehingga mempunyai akses transportasi yang baik. Selain itu upah tenaga pekerja dan harga tanah yang masih murah sehingga para investor bisa menghemat anggaran.

“Untuk itu, saat ini kami juga menggarap pembuatan zonasi kawasan di Jepara. Misalnya mana kawasan industri, pertanian dan lain sebagainya. Tujuannya, agar nanti investasi itu tidak justru memunculkan masalah baru semisal kondisi lingkungan yang kumuh dan semrawut,” ucapnya.

Aktivis Lembaga Pengaduan Publik Independen (LP3IN) Muhammad Shodiq berharap pemkab cermat saat memberikan izin investasi bagi para investor. Tak kalah pentingnya pemkab juga harus mengingatkan para investor agar memenuhi hak-hak para karyawannya. Hal ini berkaca dari perusahaan milik WNA yang bergerak di sektor mebel di Jepara.

Fakta di lapangan menunjukkan, jika mereka kerap membayar upah karyawannya lebih rendah dari UMK yang berlaku di Jepara. “Persoalan ini jangan sampai terjadi lagi. Tenaga kerja lokal kita dibayar rendah oleh orang asing,” tandasnya. muhammad oliez

Popular content