Edisi 25-04-2019
Rekam Biometrik Haji Dibatalkan


JAKARTA – Kebijakan rekam biometrik di Tanah Air sebagai syarat penerbitan visa jamaah haji/umrah akhirnya dibatalkan. Hal ini setelah Pemerintah Arab Saudi tidak jadi memberlakukan prasyarat tersebut.

Pembatalan tersebut sangat melegakan, terutama untuk calon jamaah haji dan umrah. Selama ini mereka kerepotan untuk memenuhi kewajiban tersebut karena harus mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra lantaran perekaman hanya bisa dilakukan di se jumlah kota.

Sedangkan jamaah haji/umrah ber asal dari berbagai pelosok Nusantara. Atas kondisi ini, agen travel haji/umrah Indonesia sempat me la ku kan aksi protes kepada Pemerintah Arab Saudi. Proses perekaman biometrik untuk periode jamaah haji 2019 ini sudah berlangsung. Tercatat sebanyak 152.000 orang atau 65% jamaah haji Indonesia yang melakukan rekam biometrik. Kebijakan pembatalan rekam biometrik ter sebut disampaikan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indo - nesia Divisi Konsuler pada 22 April 2019. “Divisi Konsuler menyampaikan bahwa telah terbit Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 tanggal 4/8/1440 H (9/4/2019 M) terkait tidak diwajibkannya perekaman biometrik di negaranya untuk proses penerbitan visa haji dan umrah bagi para jamaah,” demikian bunyi pengumuman.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nizar mem be narkan kebijakan baru ter se but. Untukmenindaklanjutike- putusantersebut, Ditjen PHU Kemenag sudah membuat surat edaran kepada seluruh Kakanwil Kemenag provinsi se-Indonesia.“ Berdasarkan pengumuman tersebut, maka proses penerbitan visa bisa dilakukantanpaharusme- nunggurekambiometrik. Rekam biometric akan dilakukan diBandara Madinah dan Jeddah,kecuali bagi jamaah yang sudah melakukan perekaman di TanahAir,” ucapnya.

Diamenuturkan, pengha- pusanrekambiometrikuntuk penerbitanvisainimerupakan jawaban atas surat yang dikirimkan Kemenag kepada Pemerintah ArabSaudi terkait permintaanperluasan fast track jamaah haji asal Indoesia.Diamemastikanpere- kamanbiometrikdiTanahSuci nantitidakakanmengganggu jalur fast track yangdiberikan PemerintahArabSaudi. Se- paruhjamaahhajiyangtelah merekambiometriksudah tidakakandiceklagidiImigrasi. Direkturelayananaji DalamNegeriMuhajirinYanis menambahkan,meskisudah adasuratpencabutantersebut, namun proses perekaman melalui VFS Tasheel diIndoesia tetap dibuka.

Namun, layanan itusementara hanya untuk daerah yang mudah aksesnya sehingga mungkin untuk terus dilanjutkan. “ Un- tukjamaahdariwilayah- wila- yahkepulauanyangjaraknya jauh,perekamanakandilaku- kansaattibadiMadinahdan Jeddah,”jelasnya. WakilKetuaKomisiVIII DPRAceHasanSyadzilyme- respons positifpembatalan rekambimoetrik itu. Dalam pandangannya,perekaman biometrikidealnyadilakukan seperti tahun lalu dimana pemeriksaan biometrikdapatdi- lakukand isetiap embarkasi saat calon jamaah hajiakan berangkatkeTanahSuci.

“ Tapi, untuktahuninipemeriksaan biometrikdilakukanbersama- andenganpengurusanvisadi masing-masingdaerah. Kalau sekarangadakebijakanbaru sepertiitu, yakitaharussiapdi JeddahmaupundiMadinah,” tuturnya. PolitikusPartaiGolkarini lantasberharapPemerintah ArabSaudibisalebihprofesio- nal dalam memberikan pelayanan sehingga tidak sampai terjadipenumpukanjamaah hajiketikaprosesmenunggu pemeriksaanbiometrikdisa- na.“ MungkinsekarangPeme- rintahArabSaudisudahme- nyiapkannya.Ketikaturun daripesawat, jamaahharus melaluiImigrasiuntukmelakukan pemeriksaan biometrik. MungkinPemerintahArab Saudisudahsiapuntukmenyediakan infrastrukturnya,” katanya.

Disambut Lega

KeputusanPemerintah ArabSaudiinidisambutgem- birakalanganbiropenyeleng- garahajidanumrah. Mereka bahkansudahmenerimainfo tersebutsejaklimaharilalu. Kemarinmerekamenggelar pertemuandenganKonsul ArabSaudidiJakartauntuk memastikan informasi tersebut. “Baguslah,ituyangkitaharapkandanperjuangkanselama ini.Kita berdemo hingga berkirim surat keArabSaudi. Dan, sekarang yang kitaperjuangan menjadi kenyataan,” kata KetuaUmumHimpunanPe- nyelenggaraUmrahdanHaji (Himpuh)BalukiAhmadsaat dihubungidiJakartakemarin.

Diamengungkapkan, pere- kamanbiometrikuntukjama- ahumrahdanhajisangatmere- potkan.Diantaranyalokasi perekamanyanghanyaadadi sejumlahkota. Sedangkanja- maahyangakanberangkat umrahatauhajiberasaldari seluruhpelosokTanahAir. “ Ki- taberharapkebijakaninibisa berjalanseterusnya, bukan hanyasementara,” tandasnya. KetuaBidangUmrahDPP AsosiasiMuslimPenyeleng- garaHajidanUmrahRepublik Indonesia( Amphuri)Islam SalehAlwainijugamerespons gembirakabartersebut. Me- nurutdia, terhitungsejak Senin( 22/4),KedutaanBesar Arab Saudi menerima proses visa tanpa menyertakan data biometrikVFSTasheeluntuk jamaahhajidanumrah.

“Inimerupakankabar gembirabagiPPIUdancalon jamaahhajimaupunumrah. Kamibersyukur,” katanyadi Jakartasepertidikutipdari laman . Islammengungkapkan, perekamandatabiometrik selamainimenjadikendala biro travel maupun jamaah sebab jamaah harus meluangkan banyakwaktudanbiayauntuk mengurusnya.“ Kasihanja- maahyangdaridaerahter- pencil.Merekamenghabiskan banyakwaktudanbiayahanya untukmengurusbiometrik. Jadikalaubiometrikiniditia- dakan,kamisangatber- syukur,”ucapnya.

Meskidemikian, pihaknya belumtahuapakahditiada- kannyabiometrikinibersifat penundaansementaraatau benar-benardihapus. “ Jikadi- suruh memilih, maka kami memilih agar biometric dihapus saja.Tapi, nantiakankami koordinasikanlagidengan kedutaan,”tegasnya.

Sunu hastoro/ abdul malik mubarak/ abdul rochim









Berita Lainnya...