Edisi 26-09-2017
Daerah Wajib Gelar Event Internasional


JAKARTA – Pemerintah daerah didorong aktif menggelar event pariwisata berskala internasional. Langkah tersebut untuk men dukung pencapaian target jumlah kunjungan sebanyak 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan.

Event wisatajugadiharapkandapatme ningkatkanjumlahwisata - wanNusantarayangpada 2018ditargetkanmencapai270juta per gerakan. Tahun ini pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air sebanyak 15 juta orang dan 265 juta pergerakan wisatawan Nusantara. Untuk mencapai target ter - sebut, perlusinergi dankerjasama yang kuat dari ber bagai pihak mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komu nitas/ masyarakat, akademisi, danmedia. Menteri Pariwisata (Men - par) Arief Yahya menargetkan, pada 2018 akan digelar lebih dari 100 premier event berskala internasional di Indonesia untuk meng genjot kunjungan wisman.

Dia menam bah kan, di samping kerja sama antar - pemangku kepentingan, juga diperlukan stimulus bagi se - tiap daerah agar menciptakan event ber skala internasional yang bisa dipasarkan di luar negeri. “Event berskala inter - nasio nal ini akan masuk ke dalam Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018,” ujar Arief di Jakarta kemarin. Kendati demikian, ujar Arief, untuk menjaga keber - langsungan sebuah event internasional harus tetap dibuat bagus dan menguntungkan. Karena itu, para penye leng gara harus mendesain event wisata yang berkualitas dan di lak - sana kan secara konsisten.

Seperti diketahui, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia masih kalah diban - dingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN. Di kawas - an ini Thailand masih menjadi destinasi utama para pelan - cong dari luar negeri. Pada 2016 jumlah turis asing ke Ne - geri Gajah Putih itu mencapai 32,59 juta. Di urutan kedua dan ketiga adalah Malaysia dan Singapura yang masingmasing dikunjungi 26,76 dan 12,91 juta wisatawan. Adapun Indonesia berada di urutan keempat dengan jumlah wis - man 11,62 juta orang.

Terkait Calendar of Event 2018, Arief memastikan ke - giat an tersebut merupakan pro gram penting dalam mem - perkuat unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas (3A) khususnya unsur atraksi wisata berupa festival budaya, alam, dan buatan yang akan menjadi unggulan dan daya tarik pariwisata Indonesia. Sejauh ini Indonesia sudah memiliki beberapa event internasional yang sudah cukup populer dan terjaga keber lan - jut annya. Antara lain Jakarta Fas hion Week, Java Jazz, Jakarta Culinary Festival, serta beberapa event wisata olahraga seperti Tour de Banyuwangi Ijen yang tahun ini diikuti 29 negara.

Tahun depan, kata dia, juga akan ada ajang akbar inter - nasional yang diproyeksikan mendatangkan puluhan ribu wisman di Indonesia yaitu Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Pertemuan Bank Dunia- IMF di Bali pada Oktober 2018. “Ini akan membawa dam pak langsung terhadap pen capai an target 17 juta wisman tahun depan. Ini harus diper siap kan dengan matang dan rapi,” ujar mantan direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu. Terpisah, Deputi Pengem - bang an Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, me - nurut survei Kemenpar ber - sama MarkPlus, sekitar 40% turis melakukan perjalanan wisata secara terencana dan keberadaan event atau festival di daerah menjadi salah satu alasan kuat untuk berkunjung ke suatu destinasi.

Hal ini se - mestinya disikapi oleh daerah dengan menciptakan event yang menarik dan terjadwal. “Kendalanya seringkali da - erah punya event, tapi fokus pada penyelenggaraannya saja, sedangkan promosinya kurang sehingga orang di luar daerah banyak yang tidak tahu. Pada - hal, event itu bisa dikemas un - tuk menjadi paket yang bisa me narik kedatangan wisata - wan,” tutur dia di sela-sela jumpa pers Festival Pesona Selat Lembeh 2017 di Jakarta kemarin. Esthy mengungkapkan, Kementerian Pariwisata mem - berikan dukungan promosi baik online maupun offline khu - susnya untuk tiga besar event pariwisata dari setiap daerah atau provinsi, serta event berskala internasional.

Selain itu, juga memfasilitasi industri untuk melakukan penjualan paket-paket wisata pada ajang Travel Mart. “Untuk bisa mendapat du - kungan dari pusat (Kemen par), kami mensyaratkan waktu dan agenda event yang pasti supaya kami tidak kesulitan mem pro - mo sikannya. Selama ini sekitar 50% dari event yang ada, data - nya tidak lengkap,” tutur dia.

Geliat Wisata Daerah

Pada beberapa tahun ter - akhirdaerah-daerahyangmeng - andalkan pariwisata se bagai penggerak ekonomi telah me - miliki agenda rutin yang banyak diminati masyarakat. Misalnya saja Jember Fashion Carnival di Jawa Timur yang selalu menyedot perhatian ka - rena keunikannya menam pil - kan busana-busana dan ke - budayaan lokal. Begitu pun di luar Jawa, se - panjang tahun ini ada sejumlah festival yang digelar mulai dari Tambora Greets The World, Tour de Lombok Mandalika, Sail Anambas-Natuna hingga Wakatobi Wave.

Dalam waktu dekat sebuah event wisata yakni Festival Pesona Selat Lembeh juga akan digelar di Bitung, Sulawesi Utara. Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban mengatakan, sejak tahun lalu Pemerintah Kota Bitung mulai membangkitkan pariwisata dengan menciptakan event pari wisata. Dalam setahun di - gelar 10 event satu di antaranya Festival Pesona Selat Lembeh. Hasilnya, kunjungan wisata - wan ke Bitung meningkat dari 25.000 orang pada 2015 men - jadi 50.000 orang pada 2016. “Tahun ini kami optimistis bisa naik dua kali lipat menjadi 100.000 orang. Dalam setahun Bitung juga dikunjungi empat kapal pesiar yang memuat ribu - an turis,” ucap dia.

Menurut dia, per ekonomian Bitung selama ini banyak ter gantung pada sektor per - ikanan, sementara pangsa pen - dapatan daerah dari sektor pariwisata tidak sampai 10%. Padahal, kata dia, Bitung punya banyak potensi dan destinasi. “Seiring pengembangan infrastruktur yang ada, kami berharap nantinya porsi pari - wisata akan bisa menyamai industri perikanan sehingga Bitung tidak tergantung pada satu sektor,” ungkap dia kepada KORAN SINDO.

Maximiliaan mengakui jum lah pelaku usaha pari - wisata di Bitung saat ini belum memadai. Namun, dia opti - mistis seiring pertumbuhan pariwisata akan makin banyak pula pengusaha yang tertarik menggarap sektor pariwisata. Sementara itu, Pemerintah Kota Batam juga bertekad mem - perbanyak event dan promosi wisata andalan daerah tersebut. Batam termasuk salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wis man asal Singapura dan Malaysia.

Hingga Juli 2017 wisman asal Negeri SingayangberkunjungkeBatam tercatat sebanyak 569.146 orang dan turis Malaysia 140.066 orang. “Kita akan terus meningkatkan pembangunan serta per baikan infrastruktur jalan se bagai penunjang pari - wisata,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Dia menambahkan, sektor pariwisata di Batam merupa - kan salah satu andalan setelah industri galangan kapal me - nurun beberapa tahun be la - kangan ini. Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menam - bah kan, pemerintah kota telah menginstruksikan se - tiap organisasi perangkat daerah (OPD) agar menyiap - kan ke giat an atau event yang menarik kunjungan wisata - wan pada tahun depan.

Hal tersebut un tuk mendukung target jumlah kunjungan pada 2018 seba nyak 2,5 juta wisman dan 3 juta wisman pada 2019. “Kami yakin ke depan pari wisata yang me - nyo kong ekonomi Batam,” kata Amsakar. Di bagian lain, Ketua Asosiasi Agen Perjalanan dan Tur Indonesia (Asita) DKI Jakarta Hasiyanna S Ashadi mengatakan, langkah peme - rintah menstimulasi daerah untuk menciptakan event berskala internasional harus dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) setempat dan pelaku usaha pariwisatanya. Jika tidak, maka akan menjadi bume - rang bagi daerah itu maupun pari wisata Indo nesia sendiri.

Hasiyanna juga meng - kritisi masih kurangnya biro per jalan an di Indonesia yang mampu dan kompeten dalam mena ngani tamu manca - negara. Apalagi dari sekitar 6.000 biro perjalanan di Indonesia, ha nya sekitar 300 biro per jalan an yang meng - garap bisnis inbound (men - datangkan wis man ke Indo - nesia). Dengan beragamnya asal negara wis man yang masuk Indonesia, diperlukan ke te ram pilan dari SDM lokal untuk memberikan pelayan an yang sesuai karak ter masingmasing pasar.

Sementara itu, Vice President Director Pacto - convex Ratna Ning mengata - kan, event berskala inter - nasional seperti Pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018 sa ngat efektif untuk men dong krak kun - jung an wisman seg men MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).

Inda susanti/iwan sahputra/ahmad rohmadi