Edisi 26-09-2017
Pemerintah Tawarkan 12 Proyek Transportasi


JAKARTA– Pemerintah akan memaksimal kan Pertemuan Menteri Transportasi se-Asia dan Eropa (Asia Europe Meeting- Transport Minister Meeting/ASEM-TMM) ke-4 di Bali pada 26-28 September 2017 dengan menawarkan 12 proyek transportasi strategis nasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam kesempatan itu, pihaknya akan mengin for - masikan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin baik, di - tunjang pertumbuhan eko no - mi yang baik, inflasi rendah, ser ta sentimen internasional yang positif. Kementerian Per - hubungan (Kemenhub), kata dia, sengaja berinisiatif men ja - di kan pertemuan tersebut se - ba gai pertemuan bisnis (bussines meeting). “Oleh karenanya, kami mengambil tema connectivity and investment. Dan itu men - jadi stressing kita. Bahkan, secara detail kami akan lakukan one on one meeting,” ujarnya di Ja - kar ta, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut menurutnya diundang 51 ne - ga ra anggota ASEM dan sudah terkonfirmasi akan hadir per - wa kilan dari 39 negara di Asia dan Eropa serta dua organisasi internasional. Dari 39 negara yang sudah memastikan keha - dir annya, kata Menhub, se ba - nyak 18 menteri transportasi akan hadir langsung, yaitu men teri transportasi dari Ing - gris, Rusia, Latvia, Hongaria, Luksemburg, Polandia, Ma lay - sia, Filipina, Singapura, Myan - mar, Laos, Mongolia, Kamboja, Jepang, China, Korea, India, dan Brunei Darussalam. Ada pun dua organisasi in - ter na sional yang juga akan ha - dir adalah European Commi - sio ner for Mobility and Trans - port dan ASEAN Deputy Secre - tary General. Lebih lanjut Menhub me - ngatakan, total nilai investasi dari 12 proyek transportasi na - sional yang akan ditawarkan kepada negara-negara peserta ASEM-TMM di Bali sekitar Rp40 triliun.

“Jadi ada kurang le bih 12 proyek. Rata-rata pro - yeknya itu nilainya di atas Rp1 triliun, average Rp2 triliun. Jadi kira-kira maksimal (totalnya) Rp40 triliun,” ujarnya. Menurut Budi, sejumlah ne gara peserta sudah me - nyatakan ketertarikan atas 12 proyek transportasi tersebut. Bahkan, kata dia, sejumlah ne - gara di antaranya dijagokan men jadi investor dalam bebe - rapa proyek transportasi na - sio nal tersebut. “Sebagai con - toh, (untuk proyek pelabuhan) Kuala Tanjung yang tertarik Belanda dan China, Kua la na - mu itu Korea dan India, Tan - jung Priok bisa China, Jepang, dan Eropa karena masih ter - buka,” katanya.

Budi menambahkan, pro - yek kereta api Makassar-Parepare bakal ditawarkan ke Korea dan proyek LRT Bandung akan ditawarkan ke Jepang. “Jadi untuk proyek kereta api ada tiga, Makassar-Parepare, LRT Bandung, dan TREM Sura ba - ya. Hanya TREM Surabaya itu APBN, tapi disarankan KPBU (kerja sama pemerintah de - ngan badan usaha). Sementara KA Makassar kita kasih ke sem - patan Korea,” tuturnya. Karena itu, kata Budi, pada ke sempatan itu pihaknya me - minta bantuan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menjadi pem bi - cara kunci dalam forum bisnis ASEM.

Kemenhub juga akan menggandeng empat lembaga keuangan untuk membuat for - mat investasi bagi 12 proyek transportasi nasional tersebut. Harapannya, kata dia, saat di - ta warkan kepada investor pe - serta ASEM-TMM di Bali, tek - nis finansial dan legalitas dari proyek-proyek tersebut sudah lengkap. Keempat lembaga keuangan itu, kata dia, adalah PT Sa ra - na Multi Infrastruktur (Per se - ro), Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Danareksa. Ke - em patnya akan mengemas pola kerja sama dalam studi kelayakan yang sudah dibuat.

“Tujuannya (tawaran) inves - tasi itu sudah diformat secara profesional sehingga saat para delegasi di bussines forum, ber - temu maka urusan finansial dan regulasi sudah selesai,” ungkapnya. Kepala BKPM Thomas Lem bong sebelumnya menga - ta kan, aspek transportasi bu - kan hanya relevan dari sisi in - ves tasi langsung, tapi juga me - miliki dampak tidak langsung yang besar. Dia mencontohkan konektivitas penerbangan sa - ngat penting bagi sektor pari - wi sata karena saat ini pe - nerbangan sukses menggalang investasi pariwisata.

“Berkat upaya keras dari Kemenhub mengembangkan banyak bandara baru, banyak maskapai terbang ke destinasi baru pariwisata, maka seka - rang investasi di sektor pari - wisata tumbuh 30% per ta - hun,” ujar Thomas. Thomas juga menilai lang - kah Kemenhub menggandeng BKPM merupakan langkah stra tegis.

Ashadi iksan/ant