Edisi 27-05-2017
Surat Utang BPD Jambi Kelebihan Permintaan


JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi berencana menerbitkan medium term note (MTN) atau surat utang jangka menengah senilai Rp500 miliar.

Penerbitan MTN Bank Jambi dibagi menjadi empat tahap. Untuk tahap I, MTN Bank Jambi diterbitkan sebanyakbanyaknya Rp125 miliar dengan tenor maksimal tiga tahun. Periode bookbuilding sendiri telah dilakukan pada tanggal 9 hingga16 Mei 2017. Dalam masa bookbuilding , MTN I 2017 Bank Jambi tercatat oversubscribed (kelebihan permintaan) hingga 1,5 kali. Bertindak sebagai arranger penerbitan MTN Bank Jambi adalah MNC Sekuritas melalui salah satu divisinya, yaitu Investment Banking.

”Dengan adanya oversubscribe pada penerbitan MTN tahap I tahun 2017 ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor kepada Bank Jambi sangat tinggi,” ujar Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina, di Kantor Fungsional Bank Jambi (Treasury Room), Jakarta, kemarin. Selain penerbitan MTN, Bank Jambi dan MNC Sekuritas telah bekerja sama penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI-013 pada Oktober 2016. Kerja sama ini melalui salah satu divisi MNC Sekuritas, yaitu Fixed Income.

Susy mengatakan, MNC Sekuritas yang ditunjuk sebagai salah satu agen penjual ORI-013 bekerja sama dengan Bank Jambi sebagai subagen penjual ORI- 013 dengan masa penawaran sejak tanggal 23 September hingga 20 Oktober 2016. ORI dengan kupon 6,60% bertenor tiga tahun tersebut akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2019. Melalui kerja sama penjualan ORI tersebut, total nilai bisnis yang berhasil diperoleh adalah sebesar Rp620 juta. Direktur Utama Bank Jambi M Yani mengatakan kerja sama penerbitan MTN dengan MNC Sekuritas akan sukses seperti kerja sama penerbitan ORI sebelumnya.

”Kami percaya kerja sama yang berkelanjutan akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi Bank Jambi maupun MNC Sekuritas” tuturnya. Yani mengatakan dana hasil penerbit MTN tahap I 2017 tersebut akan digunakan untuk modal kerja atau ekspansi kredit konvensional. Selain penerbitan MTN, Bank Jambi juga terus meningkatkan ekspansi dengan membuka kantor fungsional di Jakarta. Kehadiran kantor fungsional treasury di Jakarta diharapkan dapat mendongkrak kontribusi pendapatan dari kegiatan treasury . ”Saat ini kegiatan treasury menyumbang sekitar 40% dan diharapkan menjadi 60% dalam dua tahun ke depan dari total pendapatan bank,” papar dia.

Hingga April 2017, Bank Jambi telah membukukan aset sebesar Rp9,1 triliun atau naik 102,5% dibandingkan April tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 145% menjadi Rp7 triliun dengan penyaluran kredit menjadi Rp5 triliun.

Kunthi fahmar sandy