Edisi 26-09-2017
Lawan Sulit


DORTMUND– Dalam kondisi on fire saja, Real Madrid tidak bisa menumbangkan Borussia Dortmund dalam dua duel Liga Champions musim lalu, apalagi dengan situasi Madrid yang seperti kehilangan daya ledak.

Kedua tim sudah sering bertemu di ajang Liga Champions. Hasilnya, dari tiga per - temuan terakhir, Die Borussen bahkan belum tersentuh kekalahan. Mereka seperti selalu memiliki nyawa kedua untuk membuat El Real penasaran. Seperti pertemuan musim lalu. Ber - tandang ke Signal-Iduna-Park, Madrid dua kali unggul masing-masing melalui Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane. Namun, dua kali pula Dortmund bisa menyamakan kedudukan. Dortmund kembali mengulanginya pada pertemu - an kedua di Santiago Bernabeu. Madrid unggul dua gol lewat Karim Benzema pada menit ke-28 dan ke-53.

Namun, Pierre Aubameyang mem per - kecil kedudukan pada menit ke-60 dan Marco Reus membuyarkan ke me nangan Madrid melalui golnya dua menit sebelum pertandingan bubar. Setahun sebelumnya Los Blancos bahkan dipaksa menyerah dua gol di Signal Iduna Park. Kekalahan tersebut melengkapi kelemahan Madrid yang tidak pernah menang di kandang Dortmund. Dalam enam pertemuan di Signal Iduna Park, Dortmund mencatat 3 menang dan 3 im bang. Statistik ini mempertajam rekor Madrid yang menelan 19 kekalahan, 7 imbang dan hanya menang setiap bermain di Jerman.

“Kami kehilangan daya ledak di lini depan. Sesuatu yang se be - lum nya begitu mudah kami lakukan tahun lalu,” kata bek Madrid Nacho, dikutip ESPN . Pernyataan Nacho menjadi jawaban kenapa Madrid seperti kehilangan taji pada musim ini. Pada Primera Liga mereka baru melesakkan 11 gol dan terdampar di peringkat 5 klasemen. El Real jauh di bawah Barcelona yang mengoleksi 20 gol dan nyaman di puncak klasemen. Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema belum kembali ke kon - disi terbaik. Turun rutin sebagai starter, Bale baru mengoleksi dua gol pada Primera Liga dan masih kering pada Liga Champions.

Meski begitu, dua gol tersebut sudah menempatkan namanya dalam daftar pencetak gol terbanyak Madrid pada Primera Liga bersama Marco Assensio dan Dani Ceballos! Ronaldo setelah mendapat sanksi di lima laga, masih mandul pada Primera Liga, meski telah mencetak satu gol di ajang Liga Champions. Nasib serupa dialami Benzema yang juga baru sekali membobol gawang lawan. “Betul kami memiliki beberapa hasil yang tidak diinginkan, tapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami tidak meragukan diri kami sendiri. Kami tim yang sangat berkomitmen dan bekerja sangat keras,” ujar Nacho.

Situasi ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Dortmund. Kehadiran Peter Bosz membuat tim ini tampil sangat menarik. Mereka kini nyaman di puncak klasemen Bundesliga dan belum tersentuh kekalahan di kompetisi tertinggi Jerman tersebut. Bosz berhasil mengubah Dortmund kembali menjadi tim yang memiliki pertahanan bagus, bermain dengan garis tinggi, dan memiliki penguasaan bola sangat baik. Dibandingkan dengan tim di lima kompetisi tertinggi Eropa, Dortmund memiliki penguasaan bola tertinggi, yaitu 65,8%. Lebih baik dari Manchester City, Paris Saint Germain, Bayern Muenchen, bahkan Barcelona.

Striker mereka Aubameyang menjadi pencetak gol terbanyak keempat di Eropa. Dengan koleksi delapan gol, Aubameyang berada di bawah Falcao (11), Paulo Dybala (10), dan Lio - nel Messi (9). “Kami tahu melawan Real adalah tugas berat,” ujar Mario Goetze.

Maruf