Edisi 27-05-2017
Tarawih Pertama, Sebagian Medan Padam


MEDAN - Ribuan umat Islam di Kota Medan dan sekitarnya berbondongbondong memenuhi masjid serta musala untuk melaksanakan salat isya yang dilanjutkan dengan tarawih malam pertama bulan suci Puasa, Jumat (26/5).

Hal itu antara lain terlihat di Masjid Agung di Jalan Imam Bonjol, Masjid Raya Al-Maksum di Jalan Sisingamangaraja, dan Masjid Al-Jihad di Jalan Abdullah Lubis, Medan. Ketiga masjid ini adalah masjid terbesar. Sayangnya di sebagian wilayah Kecamatan Patumbak dan Batang Kuis terjadi pemadaman listrik oleh PT PLN. Di Masjid Al-Jihad, salat isya dan tarawih berlangsung khusyuk. Jamaah memadati areal masjid tersebut. Bertindak sebagai khatib salat tarawih Ustaz Ardiansyah.

Dia mengatakan, ada yang sangat berbeda selama bulan Puasa bila dibandingkan dengan bulan lain. Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad menyebutkan ada lima kelebihan bulan suci Puasa yang diberikan Allah SWT yang tak diberikannya kepada umat sebelumnya. Di antaranya aroma mulutnya di sisi Allah SWT lebih wangi daripada kesturi. Kedua, malaikat akan beristigfar untuk orang yang berpuasa sampai waktu buka puasa tiba. Ketiga, Allah SWT akan menghiasi surganya selama puasa. Keempat, setan-setan akan dibelenggu.

Kelima, dosa orang yang berpuasa diampuni sampai waktu qiyamul lail . “Untuk itu, mari kita menguatkan niat, menjaga istikamah, dan menjaga kesehatan agar kita bisa berpuasa dengan maksimal. Karena puasa ini diperuntukkan bagi orang yang beriman agar bertakwa. Jangan sampai menjadi orang yang merugi karena tidak mendapatkan ampunan Allah SWT selama bulan Puasa,” paparnya. Namun salat tarawih di beberapa masjid dan musala di Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Patumbak diwarnai dengan pemadaman listrik. Pemadaman listrik terjadi menjelang salat isya. “Mau salat, tiba-tiba mati lampu. Aneh juga, padahal sudah ada imbauan dari pemerintah jangan ada pemadaman listrik,” ucap Lufhtan, 30, warga Kecamatan Patumbak, kepada KORAN SINDO MEDAN .

Halsenada jugadiungkapkan, Andi, 28, warga Kecamatan Batang Kuis. Dia mengatakan listrik padammenjelangsalatisya membuat jamaah yang ingin beribadah sedikit kecewa. “Pas mau ke masjid, tiba -tiba listrik padam. Kecewajugakami. Kamiberharap pemadamanlistrikinitidaklama. Mau persiapan puasa pertama seperti masak,” sebut Andi. Sementara itu, pada Jumat (26/5) sore, awan tebal yang melingkupi Sumut membuat Tim Hisab dan Rukyat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak bisa memperlihatkan wujud hilal.

Meski sudah dilakukan pemantauan live streaming dari Pantai Binasi, Sorkam, TapanuliTengah. Ketua Tim Hisab dan Rukyat Sumut Tohar Bayoangin mengungkapkan wujud hilal tidak bisa tampak lantaran tertutup awan. Tak hanya di Medan, awan gelap juga melingkupi Sorkam, Tapteng. “Sebenarnya, bila cuaca cerah, hilal dapat terlihat di Medan,” ujarnya saat rukyatulhilal di anjungan lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jumat (26/5). Pengamatan hilal tahun ini merupakan yang pertama sekali dilakukan di dua tempat di Sumut, yakni dianjunganlantai9KantorGubernur Sumut dan Pantai Binasi SorkamTapanuliTengah( Tapteng).

Dia berharap, tahun depan metode pengamatan serupa bisa memperlihatkan hilal kepada masyarakat. Hasil pengamatan yang dilakukan dilaporkan ke Kementerian Agama sebagai masukan pada sidang isbat Menteri Agama di Jakarta. Kepala Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Edison Kurniawan menuturkan kriteria yang ditetapkan Konferensi Internasional 1978 di Istambul menyatakan, jika hilal tidak terlihat, awalbulanKomariahditentukan berdasarkan tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Adapun ketentuan taqwin standar MABIMS yang menyatakan bahwa jika hilal tidak terlihat maka awal bulan Qomariah ditentukan berdasarkan tinggi hilal sekurang-kurangnya 2 derajat dan elongasi minimal 3 derajat dan umur bulan minimal 8 jam. “Sementara di Sumut ukuran waktunya sudah memenuhi, sudah lebih dari 8 derajat,” ucapnya. Dijelaskannya, waktu konjungsi atau ijtima terbenamnya matahari di Kota Medan pada pukul 18.31 WIB dan di Sorkam, Tapteng,pukul 18.28 WIB.

Saat matahari terbenam pada Kamis (25/5),di Indonesia posisi hilal masih 6 -7 derajat di bawah matahari. Saat matahari terbenam pada Jumat (26/5) dengan ketinggian 8,5 derajat 8,75 , “Nilai sudah menunjukkan angka positif, berarti sudah di atas matahari. Di Medan, 8,8,35 menit elongasi 9,7 derajat,” terang dia.

siti amelia/dicky irawan/reza shahab

Berita Lainnya...