Edisi 23-09-2015
3 Dara Mengapresiasi Perempuan


TORA SUDIRO, Adipati Dolken, dan Tanta Ginting berhasil membawa 3 Dara menjadi film yang tidak sekadar menghibur, juga sarat pesan moral. Kisah 3 pria yang memiliki sifat feminin ini mampu membuka pandangan penonton, terutama kaum lelaki untuk menghargai perempuan.

Affandi (Tora Sudiro) merupakan cowok yang tak pernah menghargai wanita, terutama istri dan anak perempuannya. Sementara Jay (Adipati Dolken), kesehariannya selalu mengeksploitasi sisi sensual dari wanita. Bagi Jay, wanita hanyalah objek. Adapun Richard (Tanta Ginting) menjadi pria yang bisa kencan dengan puluhan wanita sekaligus tanpa peduli perasaan mereka.

Suatu ketika Richard, Jay, dan Affandi dikutuk seorang wanita yang sakit hati. Mereka bertiga kemudian mengalami perubahan drastis dari perilaku. Tiga playboy itu menyadari bahwa dalam diri mereka kini memiliki perasaan sensitif wanita. Perubahan sifat ini membuat film garapan rumah produksi MNC Pictures ini kuat dengan balutan komedi.

DirekturUtama MNC Pictures Liliana Tanoesoedibjo mengaku puas dan terhibur dengan suguhan cerita yang dihadirkan film 3 Dara . Saat film diputar, Liliana terlihat menikmati setiap adegan dan sesekali melepas tawa.

“Film 3 Dara ini sebagai penghargaan untuk wanita Indonesia karena mengajarkan bahwa lelaki harus bisa menghargai perasaan dan kesetaraan derajat perempuan, di mana saat ini masih banyak yang menganggap sebelah mata kaum perempuan,” kata Liliana saat menghadiri gala premier film 3 Dara di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Senin (21/9).

Sutradara Ardy Octaviand mampu membuat 3 Dara memberi hiburan dengan pesan moral yang kuat. Pesan moral yang disampaikan dalam film ini adalah kebersamaan keluarga dan kekompakan pasangan kekasih.

Pesan lain yang terekam di film ini adalah tidak memandang wanita sebelah mata. Ardy juga membuat komedi yang dihadirkan begitu natural. “Ada satu keluarga ketika suami harus menghargai istri, terus ada pasangan yang di situ juga saling respek dengan pasangannya,” ujarnya.

Film 3 Dara yang masuk bioskop mulai hari ini merupakan komitmen MNC Pictures untuk menghadirkan film layar lebar berkualitas. MNC Pictures ingin menjadi bagian penggerak perkembangan industri perfilman Tanah Air. Dengan begitu, produksi film nasional memperlihatkan kualitasnya sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif.

“Ke depan, MNC Pictures akan terus menghadirkan karya-karya film berkualitas. Pada November mendatang, ada film Skakmat genrenya action comedy dan pada April tahun depan ada persembahan Mahakarya MNC Pictures, yakni Surat Cinta Untuk Kar - tini ,” paparnya.

Ardy menambahkan, judul film 3 Dara ini mirip dengan film Indonesia klasik Tiga Dara pada 1956, namun kisah dan cerita film 3 Dara ini sama sekali tidak terkait dengan film tersebut. “Walaupun itu cowok, permasalahannya tentang perempuan. Jadi, ketika mereka dihadapkan pada situasi yang tidak biasa daripada sebelumnya, itulah komedinya. Gimana mereka bisa memahami perempuan,” kata Ardy.

Sutradara yang pernah menggarap film Coklat dan Strawberry ini sengaja membalut cerita yang tak jauh dari permasalahan sehari-hari. Ardy ingin menyampaikan pesan untuk para lelaki yang tidak menghargai perasaan wanita.

Rianti Cartwright yang berperan sebagai dokter Windy, seorang psikolog, tersenyum lebar ketika menonton film terbarunya itu. Menurut dia, kisah ini belum pernah dihadirkan oleh film Indonesia, terlebih sarat pesan moral dengan bumbu komedi.

thomasmanggalla