Edisi 23-09-2015
Asah Kecerdasan Emosional Anak


Mengenal emosi diri Latih anak untuk mengenali jenis emosi dan penyebab munculnya emosi itu. Hal ini bisa diajarkan sejak usia dua tahun. Jika ia sedang cemberut misalnya, tanyakan kenapa. Anda juga bisa menggunakan warna sebagai perwakilan emosinya. Umpamanya biru untuk rasa sedih, merah untuk kejutan, dan hitam untuk perasaan marah.

Kontrol diri Latih kesabaran anak dengan mengetahui tidak semua keinginannya terpenuhi dalam waktu singkat. Semisal ia merengek minta es krim. Anda bisa memintanya bersabar karena es krim harus dibeli dulu. Bila tetap merengek, tarik napas dalam-dalam dan hitung sampai sepuluh.

Memotivasi diri sendiri Berlatih menghadapi kesulitan, terbangun mentalitas anak yang kuat, yakni tidak cengeng, tidak me- -nyerah menghadapi kesulitan. Contoh sederhana ketika anak belajar jalan dan ia jatuh, ibu merespons, “Ayo bangun lagi.”

Mengenali emosi orang lain Hal ini bisa dilakukan lewat contoh dan tindakan. Semisal, melihat anak memukul kucing peliharaan. Katakan, “Sakit lho kalau dipukul. Coba kalau Ibu membelai kamu, rasanya lebih enak, kan?” Dengan cara ini, secara langsung Anda memberi anak pengertian, memukul itu tidak baik. Atau beri pujian setiap anak berlaku baik.

Pandai membina hubungan Jangan membatasi lingkungan bermain. Biarkan anak bermain dengan siapa saja yang disukainya, tapi dampingi anak, terutama jika memasuki lingkungan baru. Namun, bukan berarti harus selalu berada di sebelah anak, setidaknya ada di sekitarnya. Ini penting mengingat anak belum mampu menilai “benar” dan “salah”.

(sri noviarni )