Edisi 23-09-2015
Ornamen Bunga Oscar de La Renta


Pergelaran Oscar de La Renta di New York Fashion Week 2015 yang digawangi oleh creative director desainer Peter Copping memilih nuansa bunga carnation.

Tradisi khas Eropa yang dianggap layak untuk dibawa ke New York itu menjadi sebuah ciri khas, Copping menjadikan arena pertunjukan bak rumah sendiri. Koleksi kedua dari penerus perancang kenamaan dunia mendiang Oscar itu, menjadikan Hispanic sebagai tema dari pergelaran ready to wear ini.

“Siapa pun tahu bahwa carnation merupakan bunga nasional khas Spanyol dan Hispanic sendiri adalah apa pun yang berhubungan dengan negeri matador. Saya rasa menuangkan sedikit gaya tersebut di runway kali ini menjadi satu ide yang unik dan akan disukai banyak orang,” ucap Copping, dilansir dari US News .

Dia yang juga seorang direktur artistik dari label itu mengaku terinspirasi memberikan tema itu karena Oscar begitu menyukai lukisan serta tekstil Hispanic. Persembahan spesial untuk desainer kawakan Amerika yang meninggal dunia pada Oktober 2014 silam, tergambarkan di koleksi carnation print dengan pilihan warna merah, putih, hitam, ruby, seafoam , hijau, dan saffron .

Untuk kali ini, Copping menjauhi gaya penuh bordir dan lace sebagaimana Oscar sebelumnya sangat mengedepankan style tersebut. Perancang yang sebelumnya bekerja untuk Christian Lacroix ini memperkenalkan hal baru bersama gaunnya yang memang masih penuh dengan elaborasi.

“Kali ini saya melakukan sebuah padu padan antara gaun yang rumit dengan sepasang espadrilles khas Spanyol,” katanya. Ia merasa dengan kombinasi terbaru seperti itu mampu menyiratkan kesan yang lebih muda dan segar. Koleksi tersebut diyakini dapat memberikan sebuah gaya yang berbeda, walau masih bernuansakan pada nilainilai kemewahan.

Secara keseluruhan, Copping pun hanya mencoba menuangkan sedikit tambahan terbaru tanpa berani merombak ciri khas yang telah puluhan tahun dibawa oleh Oscar. “Saya hanya membawa sedikit kepentingan untuk memperbarui tampilan dari personalisasi sudut pandang seorang Oscar de La Renta saja,” tuturnya.

Semangat tradisional dan feminitas masih tetap menjadi fokus yang dikemas dengan pesona busana lebih modern. Misalnya saja, nilai itu tersiratkan melalui ruffles flamenco maxi dress berwarna hitam, jaket ala matador berwarna merah pekat, dan juga kombinasi jumbai merah-hitam.

Menurut Copping, merah merupakan warna yang kuat dan menjadi ide yang bagus untuk membuka sebuah pergelaran kelas dunia. Hal itu tertuang di sepasang jaket yang membalut loose black berpita dan rok pensil yang memiliki motif sama, yaitu coupe poppy jacquard . Selain itu, terdapat pula ruffle cape penuh struktur dengan renda hitam dan memiliki potongan di leher berupa tank top .

Busana ini dipadukan dengan rok pensil yang lebih ramping. Adapun koleksi lainnya adalah dress berpotongan slit up the thigh dengan mode ruffle waist . Selain menjadi motif utama, bunga carnation juga diimplementasikan sebagai siluet tubuh perempuan. Bentuknya yang memiliki ukuran mekar beragam, disesuaikan di setiap potongan gaun.

Karena itu, ada busana yang memiliki skala besar untuk gaya ruffle dan ada pula yang mempunyai skala mekar yang kecil. Berlatarkan panggung yang dibangun dengan warna putih, gaya carnation menjadi terpancar dengan baik.

Dengan pakaian penuh rancangan bunga yang sedikit dibuat lebih modern, Copping memadukan warna seafoam dengan marigold yang menginterpretasikan gaya kuat dan sensual. Tak hanya itu, terdapat sebuah tulle gown cantik dan tinggi dengan palet hitam.

rabia edra