Edisi 23-09-2015
Sedapnya Ragam Curry Dari Thailand


CURRY, tak hanya milik India. Di daratan kawasan Thailand, mulai dari utara, tengah, hingga bagian selatannya, curry ternyata memiliki lebih banyak ragam rasa yang patut dicoba. Ragam curry ini dapat ditemukan di Cafe Gran Via, Gran Melia Hotel, Jakarta.

Masakan Thailand, tak begitu asing bagi masyarakat Indonesia. Eksistensi masakan Thailand cukup dikenal di Jakarta dengan berbagai macam jenis masakan Thailand. Umumnya, menu khas Thailand yang dikenal dengan ciri khas asam dan pedas seperti tom yam soup di mana memiliki karakteristik sup yang ringan dan segar. Namun, sebenarnya masakan Thailand juga memiliki ciri khas lain dengan kuah curry yang mirip dengan masakan khas Indonesia.

Masakan kari Thailand atau yang lebih dikenal dengan Thai curry atau gaeng phet di Thailand merupakan masakan yang akrab dengan lidah masyarakat Thailand karena merupakan kuliner yang dikonsumsi sehari-hari. Meski demikian, di Indonesia Thai curry belum banyak dikenal.

Karena itulah, mulai Rabu (2/9) hingga Rabu (30/9) Hotel Gran Melia Jakarta, khususnya di Cafe Gran Via menghadirkan nuansa kuliner khas Thailand, Thai curry. Selain periode tersebut, pelanggan reguler bisa saja tetap menemukan aneka sajian Thai curry pada hari biasa karena restoran dengan menu internasional yang ada di Gran Melia ini setiap hari merotasi ataupun memperbaharui menunya.

Adapun sajian Thai curry tersebut merupakan persembahan khusus dari Executive Chef Gran Melia Jakarta Gerald Prinz yang juga telah berpengalaman menjadi juru masak di Thailand selama 2 tahun. Thai curry ini merupakan sajian eksklusif yang disajikan dengan kombinasi dari berbagai macam pasta kari, santan, dengan berbagai jenis daging, sayur, dan buah-buahan.

Beberapa jenis kuliner yang disajikan, antara lain Thai massaman curry , dengan ciri khas kari kental berwarna kuning dan Thai Penang red curry chicken , yang berwarna agak kemerahan yang merupakan hasil akulturasi dengan kuliner Malaysia. Menurut Prinz, tiap daerah di Thailand memiliki kekhasan dalam membuat curry . Hal itu berhubungan juga dengan kondisi letak geografis.

“Di selatan Thailand yang lebih dekat dengan laut, curry banyak disajikan dengan seafood seperti kepiting ataupun ikan. Sementara di utara yang merupakan wilayah pegunungan, curry biasanya menggunakan daging dari peternakan seperti ayam, kambing, atau sapi,” ujar Prinz.

Menu Thai curry lainnya ada juga yang memakai daging kepiting serta campuran telur di dalamnya. Kemudian yang juga patut dicoba pa nang goong, yaitu sajian kuah curry unik dengan campuran kacang serta udang. Dari semua Thai curry yang KORAN SINDO cicipi memang curry dari Thailand ini begitu berbeda dengan masakan kari dari India.

Hal tersebut, menurut sang koki, bahanbahan yang digunakan untuk Thai curry lebih fresh dan tak menggunakan campuran kapulaga seperti di India sehingga rasanya pun tak terlalu kuat. Uniknya, di salah satu varian Thai curry, yakni gang som pla yang punya rasa paling pedas dibanding lainnya, diberikan campuran bumbu terasi Thailand.

Kuahnya yang lebih mirip sup karena tak begitu kental juga sedikit asam dan unik dengan potongan ikan dan pepaya muda di dalamnya. Kemudian satu-satunya Thai curry yang menggunakan crispy noodle , khao soi gai berasal dari utara Thailand punya campuran ayam dengan kuah curry berwarna kuning disertai campuran santan.

“Selain selatan dan pusat yang memakan curry dengan nasi, di utara Thailand mereka lebih suka memakannya dengan mi dan di Thailand tidak ada yang memakan curry dengan roti seperti India,” ungkap Printz lagi.

Kuliner khas Thailand ini pun dapat dinikmati di international buffet Cafe Gran Via pada jam makan siang dan jam makan malam dimulai dari Rp285.000++ per orang. Terdapat pula hidangan lokal dan internasional di menu prasmanan, seperti dari Indonesia, Jepang, China, India, dan Eropa. Cafe Gran Via menyediakan minuman spesial dan berbagai macam makanan.

Restoran yang buka setiap hari, selama 24 jam ini terletak di Lobby level dan menyajikan menu a la carte internasional serta menu prasmanan yang tersedia untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

dyah ayu pamela