Edisi 05-10-2015
Rumah Janda Tua di Bojonegoro Ludes Terbakar


BOJONEGORO - Kebakaran hebat meludeskan rumah seorang janda tua, Masrifah, 65, warga Gang Dullah RT 01 RW 01, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (04/10) pukul 01.05 Wib.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta. Masrifah atau biasa disapa Mbah Sri, menghuni rumah berdinding kayu dan tembok itu bersama anaknya, Umi Kholifah, 45, serta dua cucunya, Hilmi dan Adi. Api diduga berasal dari bagian dapur di belakang rumah lalu merembet dengan cepat ke bagian tengah dan depan rumah.

”Semula saya mendengar suara gemeretak kayu terbakar, suara genting berjatuhan, dan tiba-tiba api sudah berkobar. Saya kemudian berteriak minta tolong sekuat tenaga. Ibu (Mbah Sri, red) Hilmi dan Adi cepatcepat saya larikan keluar rumah,” ujar Umi Kholifah sambil menangis sesenggukan. Kobaran api cukup besar dan menimbulkan asap tebal yang membubung ke udara. Warga yang melihat kejadian itu berdatangan dan berteriak,”Tolong-tolong, kebakaran-kebakaran,”.

Kemudian, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sementara warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan berusaha memadamkan si jago merah. Setelah satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Namun, kondisi rumah berukuran 10x12 meter itu sudah luluh lantak.

Puing-puing sisa kebakaran terlihat berserakan. Mbah Sri dan keluarganya masih syok dengan kejadian kebakaran itu. Untuk sementara mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya. Sementara itu, warga banyak berdatangan ke lokasi kejadian hanya ingin menyaksikan kebakaran hebat tersebut. Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KabupatenBojonegoro, Sukirno, setelah mendapatkan laporan kejadian kebakaran itu, langsung menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan petugas.

Upaya pemadaman kebakaran tidak bisa berlangsung cepat karena kejadiannya tengah malam, dan posisi rumahnya berada di perkebunan salak. ”Kami berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah lain,” ujarnya.

Muhammad roqib

Berita Lainnya...