Edisi 05-10-2015
Berhasil Bongkar Penimbunan BBM dan Pupuk Ilegal


Saat dilantik awal April lalu sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0201/Berdiri Sendiri (BS), Maulana Ridwan masih berpangkat letnan kolonel (letkol).

Sekitar enam bulan menduduki pucuk pimpinan Kodim Medan itu, Kamis (1/10) lalu, pria yang meniti karier TNI di bidang infanteri itu berpangkat kolonel.Hal itu tentu tak lepas dari keberhasilannya membongkar beberapa kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk ilegal. Teranyar, di bawah pimpinannya, Kodim 0201/BS menggerebek puluhan ton BBM ilegal di salah satu tempat penimbunan minyak di Belawan, pada Rabu (26/8).

Dalam penggerebekan itu, bukan hanya mengamankan puluhan ton BBM ilegal, dia juga berhasil membongkar peredaran narkoba. Kemudian, penangkapan 20 ton pupuk ilegal bersubsidi di Belawan, pada Rabu (30/9). “Sesuai perintah Bapak Pangdam I Bukit Barisan, kami terus memberantas mafiamafia pupuk, BBM, dan lainnya di Medan. Ini tugas yang mulia yang harus kita laksanakan untuk kenyamanan masyarakat,” kata Maulana ketika berbincang dengan KORAN SINDO MEDAN, baru-baru ini.

Dengan keberanian dan ketegasannya membongkar mafia minyak dan pupuk itu, Maulana pun naik pangkat. Pada Kamis (1/10) lalu, Kepala Staf Kodam I/BB, Brigadir Jenderal TNI Cucu Somantri, menyematkan pangkat kolonel ke pundaknya. Di mata Kolonel Maulana, pangkat merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Dimana, pangkat itu harus diterima dengan penuh rasa syukur. Sebab, kenaikan pangkat adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak saja di hadapan manusia, tapi juga dihadapkan Tuhan. “Tentu tanggung jawabnya semakin besar,” kata Maulana.

Dia menuturkan, kenaikan pangkat bagi prajurit merupakan penghargaan dari negara dan bangsa atas prestasi serta dedikasinya. Dimana, hal itu telah ditunjukkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan yang dipercayakan. “Ini harus dijadikan sumber motivasi untuk meningkatkan kinerja. Sebab, ada konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar terhadap pelaksanaan tugas pokok,” ucapnya.

Kolonel Maulana juga mengatakan, tidak akan surut memberantas praktik mafia BBM dan pupuk, khususnya di wilayah Kodim 0201/BS. Meski sadar bahwa hal itu bukan tugas utama TNI, setidaknya Kodim 0201/BS bisa bekerja sama dan membantu Polri dalam pemberantasan praktik mafia pupuk dan minyak tersebut.

Panggabean Hasibuan
Medan

Berita Lainnya...