Edisi 05-10-2015
Mana Hadiah Kami!


MEDAN – PSMS Medan hingga kemarin belum menerima hadiah Piala Kemerdekaan 2015 sebesar Rp1,5 miliar. Padahal, tengat waktu penyelesaian hadiah juara akan diberikan dua pekan setelah Piala Kemerdekaan berakhir sudah lewat. Dan, belum juga ada tanda-tanda hadiah tersebut akan diterima.

“Mana hadiah kami! Sampai sekarang kami belum menerima hadiah yang dijanjikan. Padahal, waktu yang dijanjikan telah lewat dan hadiah belum ada kami terima. Rabu (7/10) atau Kamis (8/10) dijanjikan lagi, kita lihat saja nanti,” ungkap Manajer Tim PSMS Andry Mahyar. Andry menegaskan pihaknya akan menagih hadiah tersebut, mengingat Rp1,5 miliar tersebut sudah menjadi hak PSMS sebagai juara Piala Kemerdekaan 2015 seusai mengalahkan Persinga Ngawi 2-1 pada partai final.

“Hadiah itu sudah menjadi hak kami. Sepatutnya sudah diberikan kepada kami sebagai pemenang,” geramnya. Tak hanya hadiah usai menjadi juara di Piala Kemerdekaan 2015 saya yang belum diberikan. Selama pelaksanaan babak penyisihan Grup A yang digelar di Stadion Teladan, Medan, di mana PSMS yang ditunjuk sebagai panitia lokal, ternyata menggunakan uang manajemen klub. Soal itu juga belum diberikan. Praktis, PSMS tak hanya menunggu hadiah Piala Kemerdekaan saja.

“Bukan hadiah Rp1,5 miliar sebagai juara Piala Kemerdekaan yang belum kami terima. Selama pelaksanaan babak penyisihan sampai babak 8 besar juga belum kami terima,” bebernya. Soal ini Andre mengakui, jika PSMS diminta menjadi tuan rumah tanpa adanya dukungan dana penuh dari total Rp800 juta. Hal tersebut dimaklumi dan hanya meminta down payment 10% atau sebesar Rp80 juta. Namun, hal tersebut hanya disanggupi Tim Transisi sebesar Rp35 juta saja.

Babak penyisihan pun berjalan hingga babak 8 besar digelar tiap-tiap kota yang ditunjuk sebagai pelaksana babak penyisihan. “Penyelenggaraan pertandiangan dari mulai babak penyisihan sampai babak 8 besar, itu semua menggunakan dana manajemen PSMS. Penyelenggaraan dan perangkat pertandingan, penginapan dan bus seluruh peserta itu semua juga belum dibayarkan,” tutur Andry.

Disinggung total tersebut, cukup membuat tim nyaman. “Total untuk panpel plus penganti uang hotel untuk PSMS dan penganti uang selama pelaksanaan babak penyisihan sampai 8 besar, plus total hadiah sebesar Rp2,198 miliar. Inilah dana yang kiranya menambah kas PSMS,” tandasnya. Lalu, bagaimana dengan match fee, Andry mengaku, panitia tak lagi memiliki utang kepada PSMS. Sebab, pihaknya sudah menerima total yang dijanjikan Tim Transisi para peserta yang tampil.

Mulai dari babak penyisihan sampai babak 8 besar. “Kalau match fee sudah kami terima. Yang diberikan itu memang tim yang ikut dan sampai babak 6 besar. Semifinal dan final memang tidak diberikan. Total Rp325 juta yang didapat PSMS dari babak penyisihan sampai babak 8 besar,” jelasnya. Menpora Imam Nahrawi meminta Tim Transisi segera menyelesaikan uang hadiah Piala Kemerdekaan 2015 yang belum terselesaikan, total Rp2,5 miliar.

PSMS Medan menjadi juara berhak atas hadiah Rp1,5 miliar dan Persinga Ngawi sebagai runner-up Rp1 miliar. Sementara terkait uang hadiah, PT Cataluna Sportindo sebagai operator, sebelumnya menyatakan bahwa Tim Transisi memberikan instruksi agar pemberian hadiah dilakukan dua minggu setelah Piala Kemerdekaan selesai.

Haris dasril

Berita Lainnya...