Edisi 05-10-2015
Penetapan DPT Pilkada Medan Jalan Terus


MEDAN - Meski ditolak oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Medan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan tetap meneruskan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) 1.985.096 pemilih.

Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba mengatakan, jumlah pemilih di Medan bertambah 4,7% dibandingkan DPT pemilihan presiden (DPT terakhir). DPT Pilpres 1.746.831 pemilih dan DPT Pilkada ditetapkan 2 Oktober 2015 sebanyak 1.985.096 pemilih. “Ada bertambah 238.265 pemilih,” kata Pandapotan kepada wartawan di Medan, Minggu (4/10).

Pandapotan mengatakan, pertambahan tersebut karena masuk pemilih baru terdiri atas pemilih pemula dan pensiunan TNI/Polri. Jika dibandingkan dengan Daftar pemilih Sementara (DPS) Pilkada Medan yang ditetapkan bulan lalu, jumlahnya jauh menyusut karena ada perbaikan dan masukan masyarakat terkait ditemukan data pemilih ganda serta yang sudah meninggal dunia. Pandapotan mengakui, rekapitulasi DPSHP yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB (2/10) berlangsung alot.

Panwas meminta perbaikan di 19 kecamatan, kecuali Medan Helvetia, Medan Selayang, dan Medan Marelan. Panwas masih menemukan pemilih yang meninggal, belum terdata, terdaftar lebih satu kali, dan tidak memenuhi syarat sebagai pemilih (TMS). Perbaikan dilakukan hingga ditetapkan pada pukul 23.40 WIB. Namun, KPU Medan berpandangan DPT Pilkada Medan harus tetap ditetapkan sesuai jadwal.

Sebab perbaikan sudah dilakukan dan jadwal tahapan berikutnya sangat bergantung pada penetapan DPT tersebut. Sementara Panwas Pilkada Medan tetap menyatakan menolak penetapan DPT. Sebab seharusnya dilakukan dulu perbaikan daftar pemilih sebelum ditetapkan. “Kami maunya diperbaiki dulu keseluruhan, baru ditetapkan,” kata Ketua Panwas Pilkada Medan Raden Deni Atmiral.

Karena penetapan tetap dilanjutkan, Panwas Pilkada Medan hanya mengeluarkan rekomendasi penundaan penetapan DPT pada pleno rekapitulasi DPSHP Pilkada Medan. Rekomendasi secara tertulis diserahkan kepada KPU Medan pada saat rapat pleno diskors. Raden mengatakan, rekomendasi penundaan itu karena masih banyak ditemukan pemilih tidak memenuhi syarat, terdaftar lebih satu kali namun masuk dalam DPS.

Selain itu, pada saat rekapitulasi hasil pemutakhiran data pemilih KPU tidak menggunakan data yang dihimpun dari tingkat bawah, melainkan menggunakan sistem informasi daftar pemilih sehingga apa yang sudah dikoreksi masih masuk dalam daftar pemilih. “Sangat jelas masih ditemukan kesalahan dan KPU mengakui itu. Kami mendorong agar daftar pemilih diperbaiki secepatnya sebelum penetapan DPT,” katanya.

Sebelumnya, Tim Pemenangan Pasangan Dzulmi Eldin - Akhyar Nasution (Benar) dan Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma beda pendapat soal penetapan DPT. Tim Benar mempertimbangkan tahapan, sedangkan Tim Redi lebih mempertimbangkan akurasi. Sekretaris Pemenangan Pasangan Benar Sastra menyebutkan, pihaknya menyerahkan pendataan kepada KPU yang memiliki kewenangan.

Mengenai ada temuan tetap harus diperbaiki. Namun perbaikan jangan sampai melampaui tahapan yang sudah ditetapkan. Sementara Ketua Tim Pemenangan Redi, Bobby O Zulkarnain, menilai akurasi data pemilih lebih penting daripada waktu. Menurutnya, perbedaan pendapat antara KPU dan Panwas Medan mengenai data pemilih harus dituntaskan sebelum ditetapkan menjadi DPT.

Dia mengatakan, daftar pemilih kerap menjadi persoalan di pilkada dan pemilu. Upaya memperbaiki data pemilih lebih baik harus didukung. Akurasi daftar pemilih tidak hanya kepentingan pasangan calon, tapi juga kepentingan masyarakat.

M rinaldi khair

Berita Lainnya...