Edisi 05-10-2015
Rektor Palsu Terancam Dibui 10 Tahun


MEDAN - Rektor University of Sumatera, Marsaid Yusnar, 63, tersangka kasus ijazah palsu, terancam dihukum sepuluh tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirza Erwinsyah menjerat rektor bergelar doktor itu dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT). Dalam dakwaan yang telah disusun, kata Mirza, Marsaid Yusnar dijerat dengan Pasal 93 UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta Pasal 67 ayat (1) dan Pasal 71 UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Ancaman hukuman selama sepuluh tahun penjara,” kata Mirza ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/10). Mirza menjelaskan, hal yang memberatkan tersangka Marsaid Yusnar, yaitu mendirikan universitas tanpa izin dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud) RI. Akibat tindakan tersebut, telah banyak mahasiswa yang menjadi korban. “Jadi, perkaranya ini bukan hanya sekadar kasus ijazah palsu, tapi juga kasus mendirikan universitas tanpa izin dari pendidikan tinggi. Ini jauh lebih tinggi lagi hukumannya,” ujar Mirza.

Mirza yang dipercayakan Kejari Medan untuk menyidangkan perkara ini mengatakan, berkas Marsaid Yusnar telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Saat ini, dia tinggal menunggu jadwal sidang dari pengadilan. “Kemungkinan pekan ini sudah disidangkan,” katanya. Juru Bicara PN Medan, Fauzul Hamdi, mengatakan, berkas rektor abal-abal tersebut telah sampai ke tangan panitera PN Medan. Namun, katanya, belum ada penetapan jadwal sidang.

“Majelis hakimnya juga belum ditunjuk, mungkin besok (hari ini) su-dah ditentukan oleh ketua pengadilan siapa majelisnya,” kata Fauzul. Diketahui, mantan Rektor University of Sumatera, Marsaid Yushar, ditangkap di salah satu kantornya, Jalan Gatot Subroto, Medan, dan ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah palsu pada Rabu (27/5) lalu. Warga Jalan Mesjid Taufik, Medan, ini mengaku bertitel doktorlulusanAmerikaSerikat, dan sudah 12 tahun menjual ijazah palsu keluaran universitas yang tak berizin itu.

Ada ribuan ijazah palsu yang sudah dijualnya dengan harga bervariasi, yakni Rp10 juta-Rp40 juta per lembar. Soal jenis jurusan dan tingkatan strata ijazah, terserah keinginan pemesan. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti mesin cetak, puluhan ijazah S-2 palsu, transkrip nilai palsu, uang hasil transaksi ijazah palsu senilai Rp15 juta, brosur perkuliahan, serta blangko ijazah S-1 dan S-2 yang masih kosong di empat lokasi berbeda, di antaranya di rumah milik Marsaid.

Marsaid disebut sudah mengeluarkan 1.200 lebih ijazah palsu sejak universitas itu mulai beroperasi pada tahun 2003. Dalam aksinya, Marsaid juga berkeliling menawarkan kepada para pemohon ijazah tanpa menjalani proses perkuliahan.

Panggabean hasibuan

Berita Lainnya...