Edisi 05-10-2015
Membandel, PKL Nekat Gelar Lapak di CFD


SOLO– Larangan berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL) pada sisi utara Jalan Slamet Riyadi saat berlangsung Car Free Day (CFD) pada hari Minggu tak digubris.

Sejumlah pedagang terlihat menggelar lapak di titik strategis jalur protokol itu. Padahal Pemkot Solo telah menyiapkan lokasi berjualan di city walk tepatnya di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi. Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo Subagiyo mengatakan, kendati pengawasan di kawasan CFD terus diperketat, masih ada pedagang membandel dan menggelar dagangan di tempat terlarang.

Dari hasil pemantauan, sedikitnya delapan PKL nekat berjualan di sisi utara Jalan Slamet Riyadi. Menurutnya, pedagang tersebut akan diberi pengarahan agar bersedia berjualan di city walk selama berlangsung CFD yang ada di sisi selatan jalur protokol itu. “Sebelumnya sudah kami peringatkan dan sekarang diberi peringatan lagi. Mereka ini membandel dan tetap berjualan padahal sudah disiapkan tempat,” ujarnya, kemarin.

Subagiyo mengatakan, aturan keberadaan PKL saat CFD sudah jelas. Pedagang hanya diperkenankan berjualan di city walk namun tidak boleh memakai tenda. Selain itu, mereka juga dilarang memproses makanan dari awal namun tinggal dihangatkan. PKL juga harus menyediakan tempat sampah sendiri.

Menurutnya, jika ada PKL yang nekat berjualan di jalan akan menimbulkan penumpukan pembeli sehingga mengganggu pengunjung CFD lainnya. PKL yang tidak tertib banyak ditemukan di kawasan Gladak di ujung timur Jalan Slamet Riyadi. Bahkan, tidak jarang pedagang sering menghalangi jalan. Di sisi lain, upaya penertiban pemkot dilakukan dengan hati-hati dan persuasif untuk meminimalisasi gesekan antara petugas dengan pedagang. Sebab Pemkot Solo memiliki kewajiban menata PKL dengan hati.

“Sehingga mereka bisa menurut atau tidak melawan pada aturan yang ditetapkan,” katanya. Subagiyo menambahkan, untuk memantau aktivitas pedagang selama berlangsung CFD setiap Minggu, pemkot mengerahkan empat petugas yang berkeliling mengecek seluruh kawasan itu. Didik Sriyono, 29, salah seorang pedagang yang mencari peruntungan di kawasan CFD mengatakan, mayoritas pedagang sudah mematuhi aturan yang diberlakukan Pemkot Solo dengan berjualan di city walk .

Namun diakui, masih ada segelintir PKL nekat berjualan di sisi utara Jalan Slamet Riyadi yang menjadi jantung Kota Bengawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari tempat strategis agar dagangannya cepat laku. Apalagi ada puluhan bahkan ratusan pedagang bersaing mendapatkan pembeli.

“Biasanya, mereka punya alasan tersendiri. Seperti tidak mau berdesakan dengan pedagang lain di city walk,” ungkap Didik yang berjualan mainan anak-anak.

Ary wahyu wibowo

Berita Lainnya...