Edisi 05-10-2015
Memetik Rezeki dari Kaus Karikatur


Memiliki hobi khusus memang tidak bisa disepelekan. Terkadang dari hobi yang dimanfaatkan dengan baik justru akan mampu mendatangkan rezeki yang tidak pernah dikira sebelumnya.

Seperti yang dilakukan Akbar Satriawan. Dari hobinya menggambar karikatur yang sebelum tidak ada artinya, kini justru menjadi ladang penghasilan. Pria berambut gondrong itu mengaplikasikan coretan tangannya untuk desain kaus. Hasilnya ternyata digemari banyak orang, bahkan kini kaus karikatur kreasinya sudah melanglang buana. Akbar bercerita, awal dia mengunggah karikatur ke blog pribadi agar banyak orang melihat. Dari situ dirinya mulai kebanjiran order untuk membuat karikatur.

“Awalnya 2011 lalu mulai serius tapi hanya untuk pembuatan karikatur,” tuturnya. Setelah merasa sudah cukup pengalaman berbisnis, 2014 silam, Akbar mulai mengaplikasikan karikaturnya ke dalam desain kaus. Dengan pengalaman yang minim di bidang kaus, dia mulai mencari bahan, mendesain, menjahit, dan menjualnya sendiri. Mulanya Akbar hanya melirik kaus-kaus khusus untuk para backpacker . Dia menampilkan gambar simpel dengan kata-kata sindiran halus yang disukai para backpacker. Seperti tulisan “Anda kerja, saya libur. Anda libur, saya liburan”.

“Saya tidak suka yang mainstream seperti nggandul ketenaran acara televisi. Seperti My Trip My Advanture atau National Geographic,” katanya. Pria kelahiran Wonosobo, 29 April 1990, ini memang memiliki idealisme dalam berkarya. Di beberapa desain kaus miliknya, Akbar coba mengangkat hewan-hewan yang hampir punah dan patut dilindungi, seperti badak bercula satu.

“Desain kaus terinspirasi dari perjalanan selama backpacker -an, mengadopsi kata-kata atau gambar selama perjalanan dan lainnya,” ungkapnya. Kaus hasil kreasi Akbar tidak diproduksi massal. Dia hanya memproduksi 22 unit untuk setiap desainnya. Menurut Akbar, proses mendesain kaus tidak selamanya berjalan mulus. Dia mengaku sering juga kehabisan ide. Untuk mengatasi hal itu, dia sering membuat lomba di blog miliknya. “Bagi berhak mendapatkan dua kaus gratis. Satu dengan desain quotes tersebut, satu lagi bebas memilih,” kata Akbar.

Kaus produksi Akbar cukup digemari. Tidak hanya di Kota Semarang, tapi sudah merambah ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, bahkan Irian Jaya. Bahkan beberapa waktu lalu, dirinya pernah mendapatkan pesanan 150 kaus untuk dikirim ke Hong Kong.

Andik Sismanto
Kota Semarang

Berita Lainnya...