Edisi 05-10-2015
Penentuan UMK 2016 Alot


KUDUS – Penentuan nominal upah minimum kabupaten (UMK) Kudus 2016 berjalan alot. Hingga kemarin, Dewan Pengupahan Kudus belum satu suara terkait besaran no minal UMK tahun depan tersebut.

Tarik ulur terkait persoalan ini sebenarnya sudah mulai mun cul saat survei kebutuhan hidup layak (KHL) beberapa pe - kanlalu. HasilsurveiKHLterakhir Dewan Pengupahan hanya Rp1.368.000. Angka ini lebih kecil dari UMK Kudus 2015 yang besarnya Rp1.380.000. Tak terima dengan angka itu, SPSI kemudian membuat survei tandingan yang angka - nya Rp1,7 juta.

Meski begitu, hasil survei yang diakui sebagai salah satu komponen saat penentuan UMK 2016 adalah yang dirilis Dewan Peng upah - an Kudus. Alas an nya, Dewan Pengupahan meru pakan lembaga resmi yang diisi SPSI, Apindo, akademisi, hingga Din - sosnakertrans Kudus. Ketua SPSI Kudus Wiyono mengatakan, hingga kemarin be lum ada kesepakatan terkait penentuan UMK 2016. Menu - rutnya, masih ada sejumlah hal harus diselesaikan dulu sebelum memutuskan angka UMK tahun depan.

“Soal hasil survei KHL saja belum sepakat kok. Survei Dewan Pengupahan me - mang resmi, tapi survei SPSI itu yangriil,” kataWiyono, kemarin. Penentuan UMK 2016 me - mang lebih lambat dibanding dengan kabupaten tetangga. Ka bupaten Jepara misalnya, su dah menentukan angka usulan UMK 2016 sebesar Rp1,35 juta atau naik Rp200 ribu dari upah yang berlaku tahun ini.

Se mentara Kabupaten Rem - bang juga sudah menentukan nominal usulan UMK 2016 se - besar Rp1,3 juta. Angka ini na - ik Rp180 ribu dari tahun 2015 yang hanya Rp1.120.000. Menurut Wiyono, Kabu pa - ten Kudus tak perlu terburuburu menentukan usulan UMK 2016 jika berbagai elemen me mang belum satu suara. Sebab berdasar ketentuan batas waktu terakhir usulan itu ada di tangan Gubernur Ja - teng, yakni 40 hari sebelum berlakunya UMK.

“Kalau dihitung mundur se kitar pertengahan Novem - ber. Ini menyangkut nasib se - kitar 100 ribu pekerja, ancam - an nya bisa pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya. Sementara Kepala Dinsos - na kertrans Kudus Ludful Ha - kim mengakui masih ada ke - buntuan komunikasi terkait pe nentuan UMK 2016. Salah sa tunya karena ketidakhadiran perwakilan SPSI saat rapat pe nentuan UMK yang digelar pe kan lalu.

Meski begitu, kata Lud ful, pihak Dewan Peng - upah an sudah memiliki nominal usulan UMK 2016. Sekretaris Apindo Kudus, Hamidin mengatakan, pihak perusahaan juga tak menutup mata dengan kondisi perekonomian. Hamidin juga mengisyaratkan jika usulan UMK 2016 yang disepakati Apindo lebih besar daripada KHL dan UMK 2015.

Muhammad oliez

Berita Lainnya...