Edisi 05-10-2015
Rusunawa Nelayan Ditarget 18 Bulan


TEGAL – Pemerintah akan menata permukiman nelayan yang ada di Kota Tegal. Penataan itu akan dimulai dengan pembangunan rusunawa yang ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, penataan permukiman nelayan untuk menyediakan kawasan tempat tinggal yang lebih baik bagi nelayan. Diharapkan kesejahteraan para nelayan juga akan meningkat.

“Bagaimana kita bisa membuat satu area hunian untuk ne - layan yang ramah lingkungan, yang bersih, dan juga membantu kehidupan mereka menjadi lebih baik,” ujar Rini saat meninjau lokasi yang dijadikan rusunawa untuk nelayan di Kelu - rahan Tegalsari, Kecamatan Te - gal Barat, kemarin.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Rini didampingi sejumlahpejabatKementerianBUMN dan sejumlah BUMN yang akan menggelontorkan anggaran CSR-nya untuk proyek penataan permukiman nelayan. Dengan berjalan kaki, dia berkeliling dan melihat-lihat lokasi la - han yang akan dibangun rusunawa dan perumahan deret un - tuk nelayan di kawasan jalan lingkar utara (jalingkut).

Sesekali mata Menteri Pe - rindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Presiden Me - gawati itu juga melihat gambar DED (Detail Engeenering De - sign) rusunawa yang ditunjukkan Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang Wilayah (Dis - kimtaru) Kota Tegal Nur Ef - fendi. Saat ditanya kapan pelaksanaan proyek akan dimulai, Rini belum bisa memastikan. “Ini sedang kami detailkan. Insya Allah (pengerjaan) selesai dalam 18 bulan,” katanya.

Sementara Ketua Him pun - an Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Mahmud Effendi mengatakan, pemba - ngunan rusunawa untuk nelayan akan membantu jika benarbe nar direalisasikan. “Sebab ma sih banyak nelayan yang be - lum memiliki rumah,” kata Mahmud. Dari data yang dimiliki HNSI, jumlah nelayan di Kota Tegal saat ini mencapai sekitar 12.000 orang. Dari jumlah itu, ada sekitar 3.000 orang yang tidak memiliki rumah sendiri karena masih tinggal bersama orang tua atau menempati rumah peninggalan orang tua bersama keluarga lainnya.

“Kami harap nanti nelayan yang memperoleh rusunawa benarbenar nelayan yang memang belum memiliki rumah dan punya kartu nelayan. Harus ada seleksi dengan mempertimbangkan usia dan jumlah anggota keluarganya,” ucapnya. Kepala Diskimtaru Kota Tegal Nur Effendi sebelumnya mengungkapkan, rusunawa ber jumlah satu twin block dari rencana empat twin block.

“Pembangunan rusunawa nelayan ini merupakan bagian dari proyek penataan permukiman ne layan. Ang garan pembangunan merupakan CRS dari lima BUMN, yakni Pertamina, BNI, BRI, Man diri, dan PNG,” kata dia. Pembangunan rusunawa tersebut dilakukan karena Kota Tegal terpilih menjadi pilot project (proyek percontohan) penataan permukiman nelayan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Ke - menpu-pera). Selama ini permukiman nelayan dianggap ku - muh sehingga perlu ditata. Selain Kota Tegal, penataan permukiman juga akan dilakukan di Kota Semarang dan Ka - bupaten Demak.

“Di Kota Tegal ada tiga lokasi permukiman nelayan yang akan ditata, yaitu Kelurahan Tegalsari, Kelurahan Muarareja, dan Kelurahan Min - taragen. Kelurahan Tegalsari yang menjadi prioritas untuk segera ditata karena jadi pilot project ,” katanya. Nur menyebutkan, rusunawa nelayan yang nanti terdiri dari tiga lantai merupakan proyek penataan pemukiman nelayan tahap awal. Selain rusunawa, nanti juga akan dibangun rumah deret.

Perumahan itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya berupa lahan parkir, tempat usaha bagi penghuni, dan tempat kegiatan bagi nelayan. “Untuk pembangunan rusunawa kami telah menyiapkan lahan seluas 3.000 meter persegi di kawasan jalingkut,” ucap nya. Adapun untuk nelayan yang akan menghuni, Nur menyebut, saat ini sudah terdaftar 154 kepala keluarga (KK) nelayan berniat menjadi penghuni ru - sunawa dan perumahan deret yang akan dibangun itu.

Farid firdaus

Berita Lainnya...