Edisi 05-10-2015
Kera Ekor Panjang Mulai Resahkan Warga Nglanggeran


GUNUNGKIDUL – Sudah menjadi kebiasaan, setiap musim kemarau hewan primata kera ekor panjang (Macaca fascicularis) keluar dari hutan untuk mencari makan.

Bahkan, di Desa Nglangeran, kemunculan kera ekor panjang ini mulai meresahkan karena sudah mendekati rumah penduduk. Salah satu warga setempat, Heru Purwanto mengatakan, sudah sejak sebulan terakhir, kawanan kera ekor panjang mulai turun dari gunung. Keberadaan hewan primata ini biasanya di areal pertanian warga. ”Namun, belakangan semakin mendekat pekarangan penduduk dan membuat warga resah,” katanya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, setiap kawanan kera ekor panjang mendatangi areal ladang warga, bisa dipastikan tanaman warga seperti ketela pohon habis disikat hewan yang tergolong pintar ini. Belum lagi dengan tanaman pisang yang sudah menjadi incaran paling awal. ”Pokoknya tanaman ketela ludes, begitu juga dengan tanaman pisang yang biasa ditanam di pinggir pekarangan. Semua dihabiskan,” katanya.

Tidak hanya itu, beberapa wisatawan juga sempat bertemu dengan kera ekor panjang saat melakukan pendakian. ”Kami berharap hujan segera turun dan makanan tersedia dari aneka tanaman di atas gunung, jadi kera tidak turun. Itu karena mereka kehabisan makanan,” beber dia. Upaya untuk melakukan reboisasi dengan menanam aneka buah-buahan sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Namun, karena belum berbuah, maka kera-kera masih kekurangan makanan.

”Ini kan kemarau panjang. Terlebih tanaman juga belum berbuah,” kata Heru. Camat Patuk Haryo Ambar Suwadi membenarkan hal tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu kera ekor panjang sampai kantor kecamatan. ”Semua terjadi karena makanan di bukit sudah habis. Ini yang menjadi permasalahan rutin di sekitar Nglanggeran dan Patuk,” ucapnya. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan penjual buah-buahan di sekitar pasar sore Putat untuk bisa menyisihkan buah yang tidak layak jual untuk diberikan kepada kera.

“Nanti kami akan bawa buahbuahan ke atas bukit untuk mengurangi kera turun gunung,” kata dia. Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap pengelola Gunung Api Purba untuk menambah tanaman buah-buahan yang disukai kera ekor panjang. “Jadi sisi atas bukit harus terus ditambah tanaman buahbuahan. Karena kera ekor panjang juga cepat berkembang biak. Jadi perlu ada suplai tanaman yang banyak pula,” tandasnya.

Suharjono

Berita Lainnya...