Edisi 05-10-2015
Lereng Gunung Merapi Terbakar


SLEMAN – Sebanyak 2,5 hektare (ha) lahan pertanian di lereng Merapi terbakar selama musim kemarau ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus melokalisasi dampak kebakaran agar tidak menjalar ke wilayah lain.

Dari catatan BPBD, lahan tersebut berada di wilayah Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, terbakar dalam kurung waktu seminggu ini. Dari jumlah itu, 1,5 ha perkebunan di tanah kas desa yang ada di Dusun Karangkedal dan 1 ha di Dusun Ngrangkah. Kebakaran di lahan perkebunan di Dusun Karangkendel terjadi Sabtu (3/10) dan di lahan perkebunan Dusun Ngrangkah terjadi Rabu (30/9).

Dugaan sementara kebakaran terjadi karena aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Kepala Pelaksana BPBD Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengatakan, musim kemarau menjadikan tanaman banyak mengering, baik pohon maupun daunnya. Atas kondisi itu sangat rawan terjadi kebakaran di lahan perkebunan maupun hutan. Terutama saat membakar sampah di dekat perkebunan. Sebab saat tertiup angin bisa merambat ke perkebunan.

“Karena itu, saat membakar sampah warga harus hati-hati,” katanya, kemarin. Menurut Julisetiono, jika warga ingin membakar sampah atau daun kering, selain harus memperhatikan lokasi, juga harus ditunggu sampai api benar-benar padam. Hal ini harus dilakukan sebab saat musim ini api mudah menjalar bila tertipu angin. “Dengan langkah ini diharapkan api tidak mudah menjalar ke tanaman lain,” katanya.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi daun yang kering mudah terbakar meski hanya lewat puntung rokok. Julistiono menyarankan warga mematikan puntung rokok terlebih dahulu sebelum dibuang. “Ini penting, apalagi kasus kebakaran saat ini meningkat,” katanya. Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, Sugeng menambahkan, untuk kebakaran lahan perkebunan di Karangkendel terjadi Sabtu (3/10) pukul 11.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan petugas pada pukul 13.30 WIB.

“Dari informasi ada seseorang yang membakar sampah. Diduga akibat tiupan angin, api merembet ke lahan milik tanah kas Desa Umbulharjo,” ujarnya. Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan perkebunan dan bukan pertanian, sehingga memang mudah terbakar. Sedangkan kebakaran lahan di Dusun Ngrankah, Rabu (30/9), selain membakar lahan perkebunan juga Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Sebab lokasinya berbatasan langsung dengan TNGM.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran BPBD Sleman, Ismu Achmad Widodo, mengatakan, saat musim kemarun ini di areal perbukitan maupun di lereng Gunung Merapi harus diwaspadai. Karena kondisi tumbuhan mulai mengering, sedangkan secara umum ada tiga kecamatan dinilai rawan kebakaran, yaitu Kecamatan Prambanan, Turi, dan Cangkringan.

Priyo setyawan




Berita Lainnya...