Edisi 05-10-2015
Pembebasan Lahan Gabusan Dipersoalkan


BANTUL – DPRD Kabupaten Bantul, mempertanyakan rencana pemerintah setempat yang menganggarkan pembebasan lahan kawasan Pasar Seni Gabusan Desa Timbulharjo pada tahun anggaran 2016.

"Kami mempertanyakan, apakah hal itu sudah menjadi prioritas, tidakadakahyanglebih mendesak, saya dengar untuk pembebasanPasarSeniGabusan akan digelontorkan dana sekitar Rp29 miliar," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Setiya di Bantul, kemarin.

Menurut dia, secara prinsip pihaknya mendukung upaya pemda menguasai tanah yang kemudian akan digunakan untuk kepentingan masyarakat, bahkan kalau perlu pembebasan tanah dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun APBD Perubahan. Apalagi, kata dia dengan membeli tanah tersebut tidak ada ruginya, mengingat pemerintah juga perlu menyiapkan ruang-ruang publik di tengah pembangunan perumahan yang terus terjadi dan hampir tidak terbendung.

"Hanya saja, pemerintah daerah perlu memiliki dokumen perencanaan yang baik, sehingga pembebasan tanah tersebut dilakukan sesuai dengan prioritas," kata Setiya yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul ini. Dia mengatakan, selain Pasar Seni Gabusan, tanah yang perlu dipertimbangkan untuk dibebaskan antara lain Kebun Buah Mangunan, kompleks Stadion Sultan Agung, kompleks Masjid Agung, perluasan area Kantor DPRD Bantul, gudang farmasi, dan sebagainya.

"Kalau pemerintah daerah memiliki kajian yang komprehensif, prioritas pembebasan tanah, DPRD dalam hal ini Banggar akan lebih mudah mengambil keputusan," kata Setiya. Kajian tersebut juga perlu ditambah dengan perencanaan pemanfaatannya secara baik, misalnya kawasan Pasar Seni Gabusan, jika dibebaskan tanahnya, apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan.

"SKPD terkait harus sudah punya perencanaan yang baik, pengalaman BKM (proyek Bantul Kota Mandiri) saya kira sudah cukup, tanah yang sudah dibebaskan ternyata malah gagal dimanfaatkan," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto mengatakan, membenarkan rencana pembebasan lahan Pasar Seni Gabusan pada 2016, mengingat saat ini sebagian lahan masih menggunakan tanah kas desa.

"Kalau rencana pembebasan lahan Pasar Seni Gabusan memang sejak dari awal untuk perluasan kawasan, kalau nilai aset tanah hasil appraisal dulu sekitar Rp24 miliar, tapi itu kan bisa dilakukan secara bertahap," katanya.

Erfanto linangkung/ ant


Berita Lainnya...