Edisi 05-10-2015
Bapak Dua Anak Jual Ekstasi di Masjid


PALEMBANG – Perbuatan Joni alias Oyon, 30, warga Jalan Palembang-Jambi, Lorong Kades, Kecamatan Betung, Kabuputen Banyuasin benar-benar tak pantas ditiru.

Bukannya beribadah, dia justru menjadikan masjid se - ba gai tempat untuk bertran sak si narkoba. Akibat per buatan nya itu, Joni ditangkap Ditres nar ko - ba Polda Sumsel, Sabtu (3/10). Berdasarkan informasi yang dihimpun KORAN SINDO PA - LEMBANG, saat kejadian petugas me nangkap tersangka saat ber - ada di halaman Masjid Al-Muha - jirin Ja lan Sekayu, Kabupaten Be - tung, dengan membawa narkoba dari bandar berinisial H (DPO) warga Jalan Sekayu, Kabupaten Betung.

Saat digeledah, petugas mendapati 100 butir ekstasi dari tangan ter sangka, dan akhirnya tersangka di gelandang ke Mapol - da Sumsel. Pengakuan tersangka Joni ji - ka dia berani melakukan per - buat an tersebut lantaran peker - jaannya sebagai penjual kaset dan alat elektronik sepi dari pem - beli.

“Dagangan saya sepi da ri pembeli belakangan ini, jadi saya mau mengantarkan narkoba da - ri H (DPO) itu, saya kenal H (DPO) dari teman saya,” katanya. Selain itu juga, tersangka yang telahmemilikiduaoranganakter - sebut mendapatkan upah se tiap satu butir ekstasi itu ter jual. “Saya baru tiga kali me lakukan per - buatan ini, kalau upah nya satu butir terjual upahnya Rp10.000, jadi kalau 100 butir itu terjual dapat uang Rp1 juta,” katanya.

Tambahnya, jika penangkap - andirinyapada saat ia berada diha - laman masjid hendak meng antar - kan narkoba itu, pada sese orang. “Saya ditangkap saat mau me ng - antarkan pesanan, yang disu ruh oleh bandar H (DPO) kepada se - seorang yang lokasi transak si nya di halaman masjid,” ungkapnya. Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Mu - sa me ngatakan, sebenarnya tim ber maksud menangkap bandar (H) namun yang bersangkutan me ngirim sang kurir yakni ter - sangka Oyon, hingga akhirnya pe tugas melakukan undercover dan menangkap tersangka.

“Saat ini tersangka Oyon su - dah kita amankan, dan tersang - ka akan kita jerat dengan pasal 114 ayat 2 KUHP dengan ancam - an hukuman maksimal empat tahun penjara” pungkasnya.

Bubun kurniadi

Berita Lainnya...