Edisi 05-10-2015
Dua Tower Sutet PLN Terancam Roboh


MAGETAN– Penambangan liar tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan hidup. Di Magetan, dua tower saluran udara ekstra tinggi (Sutet) masuk kategori kritis akibat tanah di sekitarnya digali untuk mendapatkan material galian C.

Kedua tower terancam ambruk dan bisa mengakibatkan aliran listrik sebagian besar wilayah Magetan terputus. Kedua tower sutet adalah menara nomor 10 dan 11 milik PT. PLN (Persero) yang berlokasi di Dusun Winong, Desa Tanjung Sepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Tanahdisekitar tower sudah digerus mesin penggali dan hanya tersisa sekitar tiga meter dari ujung tower .

”Kami sudah melakukan assesment atau pemantauan untuk tower 10 dan 11 terkait penggalian-penggalian itu. Kondisi terhadap longsoran pada tower nomor 10 nilainya 75 dengan status kritis. Sementara untuk tower 11 nilai 73 kondisinya juga sama kritis,” kata Asisten Manager Engineering Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) PT PLN (Persero) Madiun, Endah Yuliastuti, kemarin. Hasil pemantauan di dua lokasi tower sutet tersebut, katanya, sudah dilaporkan ke manajemen, yaitu assesment dari struktur tanah, lereng, gangguan- gangguan dari aliran sungai dan lainnya. Untuk tower sutet tersebut, pemantauan ditekankan pada jarak aman tower .

Dikatakannya, agar aman seharusnya tanah tidak digali sampai 10 meter dari patok. ”Saat ini jarak dari patok tower ke galian hanya tiga meter atau kurang. Sudah diberi benteng dari genteng, tapi tetap saja masuk kategori kritis,” katanya. Karena masuk kategori kritis dikhawatirkan saat musim hujan nanti kondisi tanah yang menjadi fondasi sutet menjadi labil. Akibat terburuknya, tower bisa roboh.

Jika roboh, dipastikan hampir seluruh Kabupaten Magetan padam, khususnya mulai dari Maospati sampai wilayah selatan lainnya. Hal ini merupakan potensi kerugian besar yang akan melanda seluruh warga. Endah menyatakan, untuk saat ini pihak PLN akan ada pendekatan kekeluargaan kepada pemilik lahan, yaitu agar bersedia mengembalikan kondisi tanah. Jika pendekatan gagal, pihaknya menempuh jalur hukum karena dampak yang mungkin ditimbulkan tergolong besar.

”Dari padamnya listrik hampir seluruh Kabupaten Magetan jelas kerugian besar. Belum dampak lain jika tower roboh. Kerugian ditimbulkan tergolong besar atau tidak sebanding dengan kegiatan penambangan,” katanya.

Dili eyato

Berita Lainnya...