Edisi 05-10-2015
Beruang Masuk Kebun, Satu Warga Tewas


RUPIT- Sesosok mayat perempuan ditemukan di kebun karet Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu (4/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Di tubuh mayat ditemukan luka robek cukup besar di bagian muka hingga nyaris tidak dikenali. Warga yang penasaran akan penemuan mayat itu ber - datangan ke TKP. Dari bebe ra pa warga yang berkerumun ternyata mengenali sosok ma - yat itu sebagai Cik Muri, 55, warga Dusun VIII Desa Ran tau Kadam. Informasi yang dihimpun KORAN SINDO PALEMBANG, saat kejadian korban sedang melakukan aktivitas menya dap karet di kebun seperti bia sa nya.

Di duga saat menyadap karet itulah korban diserang hewan dilindungi Undang Un dang (UU) jenis beruang. Ka rena di tubuh korban mengalami luka di sekujur badan, muka dan dahi hancur. Tidak lama kemudian war ga juga dikejutkan adanya sa lah seorang pekerja kebun di lain tempat yakni Komariah, 56, warga Desa Rantau Kadam keluar dari kebun karetnya mengalami luka robek di ba gian kaki sebelah kiri. Se hing ga, warga merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi didampingi Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma mengatakan, pihak - nya yang mendapatkan inf or - masi langsung menindak lanjuti dengan melakukan olah TKP. Dari keterangan beberapa saksi, dugaan sementara korban diserang beruang. Sehingga, warga dibantu masyarakat dan unsur Tripika Kecamatan Karang Dapo dibackup petugas Polsek Rupit serta instansi terkait Pemkab Muratara melakukan penyi si - ran terhadap jejak hewan ter se - but.

“Kita sudah lakukan olah TKP dan petugas masih me l - akukan penyisiran ber sa ma terkait dugaan pe nye ra ngan yang dilakukan beruang itu,” jelas Satria, kemarin. Menurutnya, warga di im - bau waspada saat menjalankan aktivitas di kebun. Di duga he - wan yang melakukan pe nye - rangan masih berkeliaran dan sulit dideteksi karena selalu berpindah-pindah.

“Untuk keberadaan hewan ter sebut belum jelas. Tetapi war ga diimbau tetap waspada ter kait adanya beruang yang diduga masih berkeliaran dan bisa kapan saja serta dimana saja menyerang warga,” pung - kasnya.

Hengky chandra agoes

Berita Lainnya...