Edisi 05-10-2015
Lahan Belum Siap, KEK Dievaluasi


PALEMBANG –Tahapan pembebasan lahan bagi kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) di Banyuasin molor. Akibatnya, Pemprov Sumsel mengalihkan anggaran pembebasan lahan Rp50 miliar pada tahun depan.

Diungkapkan Ketua PMU KEK TAA Regina Ariyanti jika rea li - sasi atas Peraturan Pemerintah no mor 51 tahun 2014, dalam me netapkan kawasan ekonomi khusus TAA dimulai dengan tahapan pembebasan lahan. Dalam tahapan tersebut ter da - pat empat langkah, yakni pe ren - canaan, persiapan, inventarisir dan pembayaran.

Namun sa - yang nya, dua lagi terakhir be - lum bisa dilaksanakan. Se hing - ga anggaran senilai Rp50 miliar yang sudah disediakan oleh pe - me rintah provinsi akan di alih - kan pada tahun depan. "Progresnya sepertinya ti - dak selesai tahun ini, pemba - yarannya dialihkan tahun de - pan" ujarnya akhir pekan lalu. Diketahui Perpres atas pe - ne tapan kawasan ekonomi khu sus itu sudah dikeluarkan sejak 2014, saat pemerintahan Pre siden SBY.

Kawasan eko no - mi yang terletak di desa Muara Sungsang dan Desa Teluk Payo kecamatan Banyuasin II, Ba - nyu asin tersebut memiliki luas sekitar 2.030 hektar (ha). Ada - pun, nantinya, terdapat empat zo na yang akan dibangun, di antaranya zona pengolahan eks por, zona logistrik, zona in - dus tri dan zona energi. Regina memastikan, ke em - pat langkah dalam pembebasan lahan harus dilakukan dalam satu tahun berjalan. Sehingga tahapan selanjutnya bisa dilaksanakan.

Bahkan pihaknya per nah meminta proses in ven tarisasi dapat diselesaikan ak hir tahun, sehingga proses pem bayaran dapat dilakukan pada tahun depan. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dilakukan, sehingga anggaran pem ba yar an harus dikembalikan dan dialokasikan pada tahun depan. “Maunya kita, tahun ini in - ventarisir dan dibayar awal 2016 nanti, tapi tidak bisa. Ang - garan dialihkan untuk ke per - luan lain, dan dikembalikan pada tahun depan," ungkap ia.

Namun, ia mengatakan, un - tuk para investor tidak me nga - la mi masalah. Ketiga investor yakni PT Indorama, PT Dex, dan PT Pelindo sudah melakukan stu di awal di kawasan tersebut, guna penjajakan dan per hi - tung an kemungkinan untuk in - vestasi. “Ketiganya, masih tahap awal,”ujarnya singkat.Ia juga me ngatakan, berdasarkan pa - yung hukumnya, Pemprov Sum sel diberi waktu tiga tahun kedepan dalam pembangunan kawasan tersebut. Namun, jika progres pembangunan berjalan lambat, maka kemungkinan terburuknya peraturan ter se - but akan dievaluasi dan bisa d i - cabut kembali.

"Tapi sejauh ini progres sudah dilaksanakan. Artinya progres dan tahapan sudah ja - lan, sehingga PP itu bisa di per - panjang nantinya bukan dica - but," tandasnya. Menanggapi hal ini, Gu ber - nur Sumsel H Alex Noerdin men gatakan, tertundanya pro - gres tahapan awal yakni pem be - bas an lahan bagi kawasan eko - no mi tersebut bukan berarti menghentikan pembangunannya. Hanya, memang terdapat be berapa hal yang harusnya men jadi evaluasi dalam penerapannya.

“Lahan KEK TAA belum bebas bukan berarti KEK TAA berhenti progresnya. Tetap jalan dan ada ta ha pan - nya," ujarnya seraya mem pre - dik sikan jika penundaan pemba yaran pembebasan lahan bisa terjadi akibat faktor tahapan belum selesai atau karena ada - nya efisiensi anggaran pada tahun ini."Bisa jadi karena efisiensi anggaran, tapi nanti saya cek lagi,”ucapnya singkat.

Tasmalinda.

Berita Lainnya...