Edisi 05-10-2015
Senjata Rahasia SFC


PALEMBANG - Bukan Titus Bonai, bukan Patrich Wanggai atau TA Musafri. Senjata rahasia Laskar Wong Kito itu ada pada full back kanan Wildansyah.

Gol Wildansyah ke gawang Arema Cronus di menit ke- 71 pada legpertama semifinal Piala Presiden, Sabtu (3/10), membuat SFC berada di atas angin. Sebab dengan hasil imbang 1-1 di Malang, membuka lebar peluang SFC melaju ke babak final, karena pada legkedua akan bertindak sebagai tuan rumah.

Meski menjadi bintang di pertandingan tersebut, namun Wildansyah tetap merendah. Dia tidak menilai gol tersebut karena permainannya yang istimewa. Justru pemain kelahiran Bandung, 3 Januari 1987 ini, memberikan kredit kepada seluruh pemain SFC. “Semua berkat kerja keras tim. Gol yang saya buat semuanya untuk masyarakat Sumsel,” kata Wildansyah sembari tersenyum bangga.

Menurut mantan pemain PBR ini, dirinya maju sampai ke jantung pertahanan lawan sesuai instruksi pelatih. Sebab tugas utamanya adalah menjaga lebar lapangan terutama di sisi kanan pertahanan SFC. Sedangkan membantu lini serang merupakan tugas tambahan dari Benny Dollo. Apalagi jika para penyerang Laskar Wong Kito tampak kesulitan membobol gawang lawan, barulah dirinya membantu serangan untuk mengecoh pergerakan lini belakang dan kiper.

“Gol yang saya buat semua berkat latihan. Selama latihan juga arah pola dan akurasinya sama persis. Memang sengaja untuk saya memberikan bantuan terakhir penyerangan. Makanya selalu di menit-menit akhir,” ujarnya. Motivasi Wildansyah untuk memberikan sumbangan gol disebutnya tidak akan berhenti. Selama dukungan pemain lainnya diperoleh dan kesem pa - t an membuat gol terbuka maka dirinya akan memaksimalkan peluang tersebut.

“Saya akan tetap bekerja keras. Di leg kedua kita harus memberikan Arema Cronus pelajaran lagi. Semoga nanti bisa bermain di kandang. Karena kami sangat butuh dukungan suporter,” tuturnya. Mengenai peluang mencetak gol ke gawang Arema di leg kedua, Wildansyah tak ingin memberikan janji. Namun jika peluang itu datang, maka tidak akan disia-siakannya.

“Saya mau berikan bukti saja. Tetapi gol saya menjadi tidak penting kalau kita kalah. Siapa pun yang cetak gol yang penting kita harus menang,” pungkasnya. Dalam turnamen Piala Presiden 2015, Wildansyah telah menyumbangkan dua gol. Selain gol ke gawang Arema, gol lain yang dicetaknya di babak penyisihan grup ke gawang Persela Lamongan. Gol indah dengan bola chipitu dicetaknya di menit ke-69.

Muhammad moeslim


Berita Lainnya...