Edisi 05-10-2015
Cawabup Ancam Laporkan KPU Karawang


KARAWANG– Calon wakil bupati (cawabup) Karawang Asep Agustian mengancam melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ancaman tersebut disam - paikan karena praktisi hukum Karawang itu menduga KPU Karawang dan pihak ketiga pemenang tender alat peraga kampanye (APK) telah me la - kukan pemborosan uang ne ga - ra yang nilainya mencapai Rp12 miliar.

“Kondisi APK di lapangan kacau, banyak yang rusak dan tidak diperbaiki. Apa logis ang - garan Rp12 miliar tapi hasilnya seperti itu?” kata cawabup yang beken dengan sebutan Asep Kuncir atau Askun ini, kemarin. Askun sengaja melakukan road show pengecekan APK di sejumlah kecamatan, Sabtu (3/10) lalu. Dalam inspeksi men dadak (sidak) tersebut, sejumlah APK didapatinya ru - sak, bahkan kondisinya juga sudah terlihat hancur. Seperti yang dia temui persis di depan kantor Kecamatan Lema ha - bang.

Askun mendapati APK ber gambar dirinya dan pasa - ngan calon (paslon) lain am - bruk. “Ini kemana pengawasa n - nya? Kalau sudah seperti ini yang rugi adalah paslon. Banyak yang rusak dan hancur seperti ini? Kalau sudah se perti ini, KPU Karawang adalah “Komisi Pemborosan Uang”,” ujarnya dengan nada kesal dan mening - gi.

Tak sampai di situ, Askun pun mempertanyakan kinerja PPK dan Panwascam di setiap dae rah. Askun heran mengapa sampai APK yang roboh dan rusak itu luput dari penga wa san atau perbaikan. Dia pun kembali mene - gaskan akan meminta KPK memeriksa KPU Karawang jika Kejaksaan Negeri (Kejari) Ka - rawang sendiri hanya ber sikap diam.

Kalau Kejaksaan membu - takan mata atau menutup t e - linga, KPK bisa turun langsung ka rena angkanya cukup fan - tastis. Tapi saya masih meng - hargai kejaksaan, jadi saya ingin tunggu dulu kejaksaan apakah tidak tinggal diam atau diam membisu,” ujarnya. Askun membeberkan, per - kara KPU nantinya tidak akan luntur dalam waktu satu atau dua bulan saja, bahkan, imbuh dia, dalam waktu satu tahun pun perkara KPU bisa tetap diproses.

“KPU dan pihak ketiga mesti diperiksa, kalau mau main-main dengan anggaran yang dibiayai uang negara, ma ka penjara adalah tempat yang tepat untuk mereka,” tandas nya.

Nilakusuma

Berita Lainnya...