Edisi 05-10-2015
Menata Ulang Wajah Kenjeran


SURABAYA – Pantai Kenjeran, siapa yang tidak kenal kawasan ujung timur Kota Pahlawan ini. Pantai ini terletak di kecamatan Kenjeran, sekitar sembilan kilometer dari jantung kota. Setiap akhir pekan, ratusan warga Surabaya menghabiskan liburan di pantai yang berdekatan dengan Jembatan Suramadu ini.

Sekarang, pantai ini di juluki Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Alasannya di pantai ini terdapat beragam hiburan untuk keluarga dan anakanak.

Pantai ini di fasilitasi berbagai permainan seperti komedi putar, perosotan, tangga lingkar, permainan jungkat-jangkit, dan permainan jenis outbond lainnya yang bisa mendukung asyiknya liburan keluarga. Fasilitas sengaja diberikan Pemkot Surabaya agar minat dan animo masyarakat datang ke pantai di kawasan sendiri semakin besar, dibandingkan harus ke luar daerah atau ke luar negeri untuk melihat dan menikmati keindahan pantai lain.

Namun, Pemkot rupanya masih tidak puas dengan keadaan yang ada saat ini. Beragam infrastruktur dibangun agar di kawasan yang mayoritas berbahasa Madura ini bisa makin berkembang. Pemkot tidak ingin kawasan ini kalah dengan kemajuan yang ada di pusat kota. Saat ini pemkot tengah menuntaskan pembangunan jembatan Kenjeran. Jembatan Kenjeran ini membentang sepanjang 700 meter dengan lebar 18 meter. Dimulai dari Rumah Pompa Kenjeran hingga jalan di area parkir THP Kenjeran.

Jembatan ini terhubung dengan kawasan Sentra Iklan Bulak (SIB) hingga akses jalan ke Jembatan Suramadu. Pemkot juga sudah menetapkan pembagian zona penataan yang terdiri dari area pemukiman nelayan, area publik, dan area wisata di Pantai Kenjeran. Dari konsep tersebut, pemkot memadukan area wisata dengan pemukiman nelayan. Pemkot menilai, kawasan pesisir Kenjeran memiliki potensi lengkap yang bisa dikembangkan.

Selain wisata pantai, juga ada kawasan kampung nelayan dan juga SIB yang merupakan pusat pengolahan dan pemasaran hasil olahan laut oleh nelayan di Surabaya. ”Kenjeran itu lengkap. Dari dulu Taman THP Kenjeran sudah jadi jujugan . Nantinya ada Taman Bulak yang menjadi landmark baru Surabaya Utara. Potensi itu akan kami hidupkan melalui penataan kawasan pesisir Pantai Kenjeran,” kata Kepala Bidang Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, AA Gde Dwija Wardhana.

Dwija menjelaskan, berupaya mengembangkan potensi kawasan pesisir seperti kampung nelayan, tanpa mengubah karakter budayanya. Kearifan lokal yang ada tetap dipertahankan, karena itu merupakan kelebihan yang ada di ujung Kota Pahlawan. Menurutnya, Pemkot memiliki konsep wisata bahari yang sudah tertuang dalam visi misi kota. Konsep tersebut terbagi dalam beberapa zona.

”Di antaranya zona wisata satu yang merupakan wisata pesisir; zona wisata dua terdiri wisata pesisir THP Kenjeran, wisata religi, wisata budaya dan galeri seni dan olahraga ekstrem. Lalu zona wisata tiga yang merupakan kampung wisata nelayan dan wisata industri olahan hasil laut,” paparnya. Langkah pemkot menghidupkan kawasan pesisir yang terkenal sebagai penghasil ikan asap dan ragam kerupuk ikan ini mendapat apresiasi dari pakar tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Johan Silas.

Menurut dia, Surabaya memiliki garis pantai cukup panjang. Rencana tersebut merupakan bagian untuk menjadikan Surabaya sebagai kota dunia (world city ). Apalagi, tahun depan Surabaya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi UN Habitat, dimana ribuan delegasi dari berbagai negara akan hadir. ”Kenjeran ini rekreasi pantai yang sangat kuat. Tantangannya adalah menampilkan potensi Kenjeran dengan menghadirkan rekreasi pantai yang bagus dan berkelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya menunjukkan, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Kenjeran menunjukkan tren peningkatan. Untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke kawasan Kenjeran, dari jumlah 200- an wisman yang berkunjung pada tahun 2013, meningkat menjadi 300- an pada 2014. Itu belum termasuk wisatawan lokal yang mencapai ratusan ribu, dan juga menunjukkan grafik meningkat.

”Artinya, dengan yang ada sekarang, kawasan pesisir Kenjeran sudah bisa mendatangkan orang sebanyak itu. Ini peluang yang bisa terus kami kembangkan,” ujar Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.

Lukman hakim

Berita Lainnya...