Edisi 16-10-2015
Operasi Plastik dengan Aman


Operasi plastik dengan teknologi terbaru menjadi salah satu pilihan untuk tampil cantik menawan. Saat ini, ada beberapa negara yang menjadi favorit para pencinta operasi plastik tersebut.

Berdasarkan data International Society of Aesthetic Plastic Surgery pada 2013 yang dilansir ABCNews,ada beberapa negara yang menjadi tujuan orang untuk melakukan operasi bedah plastik. Salah satunya Korea Selatan. Berdasarkan survei pada 2009 oleh Economist Magazine, Korea Selatan adalah negara dengan jumlah pasien operasi plastik terbanyak di dunia.

Pada 2010 tercatat ada sekitar 360.000 prosedur operasi plastik yang dilakukan di Negeri Ginseng tersebut. Nah yang paling banyak dilakukan dalam operasi tersebut, yakni liposuction atau sedot lemak, operasi hidung, dan operasi kelopak mata. Bahkan, sekitar 44.000 operasi blepharoplasty (operasi kelopak mata) telah dilakukan.

Banyak wanita China, Jepang, atau negaranegara Asia Tenggara yang melakukan operasi plastik di Korea Selatan. Namun, setelah melakukan operasi plastik dan ingin kembali ke negaranya, mereka terkendala dalam proses pengecekan paspor. Masalah timbul ketika petugas bandara mengecek foto paspor dan wajah asli si pemilik paspor.

“Setelah mereka melepas topi dan kacamata hitam besar yang mereka kenakan, kami melihat mereka tampak berbeda, dengan perban dan jahitan di sana-sini. Kami harus membandingkan wajah asli mereka dengan foto mereka dengan sangat hati-hati,” kata petugas Bandara Hongqiao Shanghai, Chen Tao, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Atas dasar itulah pada awal 2014, Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan Sertifikat Operasi Plastik yang berisi data rumah sakit, seperti orang tersebut melakukan operasi plastik, jenis operasi yang dilakukan, hingga nama dokter yang mengoperasi plastik. “Hal ini bertujuan memudahkan orang-orang melewati pemeriksaan paspor pascaoperasi plastik,” sebut Tao.

Selain Korea Selatan, Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara yang sering dijadikan tujuan orang melakukan operasi plastik implan payudara dan liposuction atau sedot lemak. Dari data American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 3,3 juta orang melakukan prosedur operasi plastik secara invasif dan noninvasif, seperti fillerdan botoxpada 2010.

Tak hanya wanita, para pria pun kini tidak malu untuk melakukan operasi plastik di Amerika Serikat. ”Operasi dagu yang dilakukan pria untuk menghilangkan kesan penuaan. Namun, alasan dari meningkatnya operasi plastik jenis ini cukup unik, yakni penggunaan teknologi social mediayang telah menjamur di masyarakat Amerika,” kata dr Malcolm Roth, Presiden American Society of Plastic Surgeons.

Salah satu selebriti yang memopulerkan tren operasi plastik noninvasif adalah Kylie Jenner. Adik dari Kendall Jenner ini sempat membuat heboh media sosial setelah mengaku bahwa bibir tebalnya didapat melalui prosedur suntik filler. Hal ini membuat banyak remaja di seluruh dunia turut melakukan aksi #KylieJennerLipChallenge, yakni tantangan membuat bibir tebal seperti Kylie menggunakanliplineratau lip enhancer kemudian mengunggahnya di Instagram.

Menurutdr Olivia Ongdip lAAAM, pendiri JakartaAestheticClinic(JAC), sejakabadke-21 jumlahorangyangterusmelakukanprosedur estetikanoninvasifseperti fillerdan botox meningkatpesat, hampir10kalilipat dibandingkan angkaproseduroperasiplastik secara invasif.

“Hal tersebut karena sejak orang-orang diseluruh dunia dihadapkan pilihan adanya prosedur estetika tanpa operasi, memiliki pengalaman dan merasakan sendiri hasilnya yang instan,” katadr Olivia yang ditemui beberapa waktu lalu.

Dwinurratnaningsih