Edisi 16-10-2015
1.200 Siswa Dapat Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat


Perusahaan makanan dan minuman, Mondelez Indonesia, melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) berupa kegiatan edukasi cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Program CSR ini bertujuan meningkatkan kesadaran kepada siswa-siswa sekolah akan makanan sehat dan gaya hidup sehat melalui olahraga. Managing Director Mondelez Indonesia Sunil Taldar mengatakan, riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 mencatat masalah gizi usia sekolah masih besar. Sebanyak 44,6% anak usia sekolah mengonsumsi sarapan berkualitas rendah karena kurangnya kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sunil menyebutkan, kegiatan CSR ini berlandaskan pada tiga pilar utama yang menentukan target program, yaitu edukasi nutrisi, gaya hidup sehat, dan akses terhadap fresh food . “Melihat pentingnya untuk membangun perilaku sejak usia dini, program tahun ini terfokus pada edukasi PHBS di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan diadakan di dua sekolah di Jakarta, yaitu MI Nurul Huda I dan MI Nurul Huda II. CSR Mondelez Indonesia juga akan diadakan di beberapa lokasi pabrik Mondelez Indonesia, antara lain Cikarang, Karawang, dan Bandung. Kegiatan ini akan menjangkau lebih dari 1.200 siswa dengan melibatkan lebih dari 300 karyawan Mondelez Indonesia.

Kegiatan berlangsung selama Oktober ini. Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia Rhea Sianipar menuturkan, kegiatan yang dilakukan mengusung tema “Sentuh Hati” dengan tujuan kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya dirasakan komunitas secara fisik, juga dapat menyentuh setiap individu sehingga memberikan dampak positif jangka panjang.

Rhea berharap para siswa benarbenar merasakan pentingnya mengubah perilaku untuk membangun kebiasaan hidup sehat. “Kegiatan ini dilakukan dengan interaktif dan menarik untuk anakanak sehingga kami berharap manfaat dari kegiatan ini dapat mengubah perilaku mereka. Lebih jauh lagi, mereka dapat membagikan informasi ini kepada teman dan saudara mereka agar memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS,” tutur Rhea.

Dwi nur ratnaningsih