Edisi 16-10-2015
Mengolah Udang


Udang mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan, maka tak ada salahnya mengenalkan si bungkuk sedini mungkin kepada anak. Udang juga menjadi santapan lezat bagi keluarga pastinya. Mari kenali lebih dekat.

Masakan yang menggunakan bahan dasar udang memang menggugah selera. Kaldu udang misalnya, yang bisa digunakan untuk memasak berbagai makanan, selain gurih juga baik bagi kesehatan. Sayangnya, kekhawatiran masih menghinggapi sebagian orang untuk berani mengonsumsi si bungkuk ini.

Pasalnya, meski rendah kalori dan lemak jenuh, kandungan kolesterolnya cukup tinggi. Tapi –nah ini yang perlu digaris bawahi– berdasarkan penelitian, kendati kandungan kolesterol udang cukup tinggi, saat dikonsumsi tidak serta-merta menaikkan kadar kolesterol secara keseluruhan. Kolesterol jahat (LDL) memang akan naik, saat bersamaan kadar kolesterol baik (HDL) juga turut meningkat.

Solusi untuk mengurangi risiko kolesterol ini adalah dengan membakar atau mengukus udang daripada digoreng. Kabar baiknya, udang ternyata dapat menekan risiko kanker. Setiap 85 gram udang kukus dapat mencukupi 48% dari jumlah selenium harian tubuh. Kekurangan selenium telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat.

Para peneliti di Institute of Food Research (IFR) mengungkapkan, kombinasi sulforaphane dan selenium dapat meningkatkan kekebalan tubuh akan kanker sebanyak 13 kali lipat. Udang juga berkhasiat menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku karena mengandung protein yang cukup.

Udang pun mengandung 21% vitamin B12, yang merupakan nutrisi penunjang produksi sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah penyakit anemia. Vitamin B12 itu juga membantu pembuatan DNA, material genetis yang terdapat pada tiap sel. Hal ini akan membuat metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak dalam sel tubuh berlangsung sempurna.

Manfaat lain, mengonsumsi udang dapat meningkatkan energi, menguatkan tulang, dan membantu memproses lemak. Keluhan saat memasak udang umumnya daging yang menjadi alot. Karena itu, untuk mendapatkan rasa udang yang gurih dengan daging yang masih juicyserta aroma yang segar, Anda perlu menguasai tekniknya lebih dulu.

Cucilah udang sampai bersih, bisa mencucinya dengan kulit yang masih menempel atau sudah dikupas. Bergantung bagaimana Anda ingin mengolahnya. Seperti seafoodlainnya, udang tidak perlu waktu lama untuk mematangkan, tapi ini bergantung pada ukurannya. Setelah dimasak (direbus/dipanggang/dibakar) dengan suhu sedang, tunggu hingga udang berubah warna menjadi oranye kemerahan sebagai tanda udang mulai matang.

Untuk udang yang besar, cobalah tusuk dengan ujung pisau yang tajam lalu tempelkan pisau ke tangan. Jika terasa panas berarti udang sudah cukup matangnya. Sebaiknya angkat udang saat 95% matang agar jus atau sari udang masih terasa gurih manis. Jika terlalu lama dimatangkan akan terasa liat atau keras dan kering.

Di pasaran ada berbagai jenis udang, baik jenis dan ukuran. Agar tak salah membeli, Anda harus dapat membedakan berbagai jenis udang yang ada. Dimulai dari udang galah, udang ini biasanya terdapat di air sungai atau air tawar, terdiri atas berbagai macam warna hijau kecokelatan, hijau kebiruan, kuning kecokelatan dengan bercak seperti udang windu, tapi bentuknya lebih bulat.

Udang jerbung, sering disebut sebagai udang putih atau white shrimpberwarna putih kekuningan dengan bintik hijau atau berwarna putih kemerahan, berkulit tipis dan licin. Termasuk jenis ini adalah udang bambu yang berkulit kuning, udang peci yang berkulit lebih gelap dan berbintik hitam, dan udang pisang (banana shrimp), berkulit kuning seperti pisang. Udang pancet atau udang windu, dipasarkan dengan nama tiger shrimp.

Kulitnya tebal dan keras berwarna hijau kebiru-biruan dengan garis melintang agak gelap. Ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang cokelat kemerahan. Udang flower, udang yang satu ini berwarna hijau kehitaman dengan garis melintang cokelat, kulit dan kakinya agak kemerahan. Karena coraknya seperti bunga, udang ini dipasarkan dengan nama flower shrimp.

Terakhir, udang sikat atau udang kipas, tampilannya sekilas mirip dengan lobster tapi ukurannya lebih kecil. Kulitnya lebih lunak dan agak kasar dengan nama pasaran baby slipper lobster. Beberapa ide memasak udang, di antaranya udang saus singapura, udang bakar cabai, udang bakar madu, udang renyah lada hitam, udang kuah asam pedas, udang saus tiram, udang saus mayo, dan udang masak rica.

Sri noviarni