Edisi 22-11-2015
Waspadai jika Mulai Cenderung Menyendiri dan Berprilaku Kasar


Susah bersosialisasi, menyendiri, kasar, dan terkadang bersikap aneh atau tidak sesuai dengan usianya. Hal inilah beberapa akibat kepada anak yang kerap memainkan gadget maupun permainan teknologi.

Anak tidak peduli dengan sekelilingnya, termasuk bermain dengan seusianya. Mengingat anak sibuk dengan permainannya tersendiri. Bila dibiarkan terus-menerus, dia akan sibuk dengan dunia dan hobinya. Akibatnya, dia tidak peduli dengan apa yang terjadi. Kondisi ini akan semakin parah dengan prilakunya.

Si anak akan menjadi kasar dan suka melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri. Bukan tidak mungkin dia akan meniru tokoh yang dimainkannya dalam game di gadget tersebut. Dia melakukan apa yang dimainkan dalam permainan tersebut dan mempraktikannya kepada orang di sekelilingnya yang berusaha usil atau mengganggu.

Hal ini mengingatkan kita pada sebuah tayangan televisi smackdown di televisi. Banyak anak yang mengalami patah tulang atau cedera lainnya karena melakukan apa yang ditontonnya. Hal ini disebabkan para anak meniru apa yang dilihat tanpa memahami permainan tersebut dilakukan oleh orang yang memang ahlinya.

Inilah efek dari tontonan maupun permainan tanpa pengawasan orang tua. Begitu juga permainan lain yang bisa membentuk karakter atau mempengaruhi perkembangan anak. Bukan tidak mungkin si anak akan meniru tingkah laku tokoh yang dimainkan atau diidolakannya dalam permainan tersebut.

Tidak sedikit pula melakukan tindakan menjurus kriminalitas. Tidak mengherankan bila banyak para ahli atau pakar terkait ini menyarankan kepada orang tua untuk benarbenar memilih permainan yang tepat bagi buah hatinya. Permainan yang tepat adalah permainan yang mengajarkan edukasi, membentuk otak si anak, melatih motorik kasar maupun halus. Sehingga prilaku si anak sesuai dengan usianya.

Tidak hanya itu, si anak akan menjadi tumbuh kembang dengan cerdas dan kreatif. “Penelitian menunjukkan banyak dampak negatif dari gadget terhadap konsentrasi belajar anak. Mereka menjadi kurang mampu berkonsentrasi sehingga menjadi malas dan cenderung sering menunda pekerjaan atau pelajaran.

Lebih baik diberikan permainan tradisional. Hal itu membuat mereka lebih kreatif, sabar, dan cerdas,” papar psikolog Irna Minauli. Dampak buruk dari permainan teknologi, yakni anak akan menjadi cengeng dan terkadang mudah emosi. Apalagi ketika dibatasi untuk bermain tersebut. Itu karena permainan tersebut sudah menjadi konsumsi dan kebutuhan sehari- hari.

Bila tidak bersama alat tersebut, sepertinya ada sesuatu yang kurang. “Berikanlah permainan yang tepat kepada anak. Permainan yang mengandung pelajaran. Harus disesuaikan permainan dengan usianya,” katanya. Rini Wulandari, 30, warga Medan yang juga ibu rumah tangga mengatakan, dia mengurangi membiasakan anaknya bermain komputer , gadget, PlayStasion .

Hal tersebut dikarenakan permainan yang dimainkan mempengaruhi prilaku anaknya. Begitu juga membatasi dalam menonton televisi. Anak-anak gemar meniru tanpa memikirkan dampaknya. “Kalau sekarang mulai dikurangi. Kalaupun mereka bermain harus didampingi. Game yang dimainkan pun juga mengandung edukasi.

Tidak ada lagi yang mengandung kekerasan dan tindak kriminal. Dulu ada, sekarang sudah dihapus,” ujar warga Simalingkar itu. Berdasarkan pengetahuan yang didapat, gadget dan sebagainya belum tempat dimainkan anaknya yang masih berusia lima tahun dan empat tahun.

Hal tersebut akan mempengaruhi motoriknya. Selain itu, anaknya akan kurang bersosialisasi dan kurang mendapatkan teman. “Dia kan jadi jarang berinteraksi dengan orang lain. Gadget itu kan komunikasi satu arah. Selain itu, anak juga tidak bagus dikurung. Dia tidak mengenal dunia luar. Prilakunya juga bisa kasar karena terkejut dengan dunia luar.

Makanya sekarang dibebaskan. Mau naik sepeda, main bola. Yang penting diawasi. Jadi, dirinya tetap bertingkah seperti anak seusianya,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan, Zuhranita, 34,. Ibu dua anak ini juga mulai membatasi anaknya bermain gadget .

Terutama kepada anak lakinya berusia 7 tahun. Bahkan, gadget tersebut hanya diisi permainan dengan game yang mendidik. Selain itu, dia tidak memasang paket internet. Hal ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Reza shahab

Berita Lainnya...