Edisi 22-11-2015
Bisa Jadi Kiblat Fashion


Gelaran Sriwijaya Fashion Karnaval bertema Tekstil Sumsel, kemarin. Memang baru pertama kali digelar di Kota Palembang. Meski demikian, kreasi fashionyang dihasilkan para peserta bisa dikatakan tidak biasa.

Peserta membawakan fashionkreasi kain tekstil atau songket terbaiknya. Dikatakan pelaksana kegiatan Yuli Astuti, jika kegiatan yang digelar dengan kerja sama antara Kementrian Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel ini menampilkan berbagai kreasi budaya yang ditampilkan dalam bentuk fashion.

Tidak hanya perwakilan kabupaten dan kota di Sumsel, instansi yang berhubungan dengan kepariwisataan di Sumsel juga menjadi peserta. Tema utamannya Tekstil dan Kreasi Kain Sumsel. “Ini yang pertama dilaksanakan, namun kreasi tekstil terutama songket tidak kalah dengan karnaval lainnya.

Songket diusung menjadi salah satu tema, seluruh peserta menggunakan kreasi songket dalam berbagai bentuk dengan memiliki arti yang beragam,” katanya. Dikatakannya, songket dari setiap kota/kabupaten di Sumsel juga beragam. Dengan festival yang digelar telah memberikan banyak penampilan akan kreasi kain songket di Sumsel.

Masingmasing peserta yang mewakili wilayah di Sumsel memberikan gambaran mengenai perkembangan kain songket dengan beragam tema. “Sebenarnya tema utamanya tekstil, namun mendorong pada songket. Ini bisa saja jadi kiblat fashionkarena kreasi yang dihasilkan meski masih berskala lokal, namun dikatakan sudah bisa bersaing,” sebutnya.

Pihak panitia yang juga mengenalkan ikon busana songket sekaligus jinglelagu Karnaval Sriwijaya, menyatakan, jika gelaran karnaval makin mengenalkan songket pada masyarakat di nusantara. Kreasi songket, kata Yuli, telah melebur dalam sisi modernitas fashion.

“Tadi banyak juga perwakilan dari daerah lain yang tertarik dengan tekstil dan kain di Sumsel. Ini bisa jadi bentuk promosi nyata bagi kreasi masyarakat Palembang,” ungkapnya.

Tasmalinda

Berita Lainnya...