Edisi 22-11-2015
Para Sarjana Diminta Ikut Atasi Pengangguran


JEMBER – Angka peng ang - gur an terbuka berdasarkan data BPS mencapai 6,18% atau setara dengan 7, 56 juta jiwa. Karena itu, kondisi tersebut menuntut perhatian semua pi - hak termasuk angkatan ker ja baru yang baru menyelesaikan studinya.

Menaker Hanif Dhakiri minta para alumnus pergu ru - an tinggi (PT), termasuk PT Islam ikut memberi solusi bagi problem pengangguran ter - buka yang masih tinggi. “Para lulusan perguruan tinggi yang notabene me ru pa - kan cendekiawan sudah se ha - rusnya ikut serta bahu mem - bahu menyelesaikan masalah bangsa,

” kata Menaker Hanif da l am sambutannya yang di - bacakan oleh Kabarenbang Kemnaker Sugiarto Sumas di acara Rapat Senat Terbuka da - lam rangka wisuda sarjana S-1 dan program magister S-2 IAIN Jember, kemarin.

Dalamkesempatanini, Men - teri Hanif juga meminta se mua wisudawan dan wisu da wati me - nyiapkandiri denganduniabaru yaitu dunia kerja pe nuh dengan persaingan. Apa lagi akhir 2015 ini Indo ne sia juga memasuki babak baru da lam liberalisasi ekonomi dan jasa di kawasan ASEANyangter wujuddalamke - bi ja k an ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Saat ini kita dituntut un - tuk dapat meningkatkan kompe tensi dan daya saing ang kat - an kerjanya. Sebab, pada akhir tahun ini kita akan memasuki era baru di bidang ekonomi. Oleh karena itu, lembaga pen - didikan harus bisa men ye suaikan dengan suasana era baru tersebut,” katanya.

Kemampuan lembaga pen - didikan dan alumninya untuk menyesuaikan diri dengan ke - adaan dan tuntutan pasar ker ja itulah kunci dari kesuk sesan lembaga pendidikan. Hal ini juga akan membawa nilai po si tif yang pada gilirannya akan bisa ber pe ran aktif bagi upaya pengurangan pengangguran yang saat ini sedang dise lesai - kan oleh pemerintahan Jok o wi.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin menggarisbawahi tuntutan perlunya ‘survival’. Sebab, di lapangan tidak cukup mengandalkan intelektualitas yang dibuktikan dengan IPK, namun juga dibutuhkan ke - mam puan adaptabilitas dan responsif terhadap lingkung - an kerja yang selalu dan akan terus berubah,” paparnya.

Pidato Menaker yang di - bacakan oleh Sugiarto Sumas ini berkali-kali mendapatkan tepuk tangan para hadirin karena pesan dan konten yang pas dan dibutuhkan oleh para wisu da wan dan wisudawati. Apalagi di akhir pidatonya, pria yang menjabat Kaba ren - bang Kem na ker ini juga mem - beri mo ti vasi dan puisi.

“Akhirnya, sebelum saya sudahi pidato ini, saya ingin mengutip sabda Rasulullah SAW, ‘khourunnassi anfau hum linnas’, sebaik-baiknya ma nusia di antara kalian adalah manusia yang paling bermanfaat di an - tara kalian,” ucapnya. Dia juga berpesan agar ti - dak gusar dan khawatir tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

Sebab, banyak lulusan pe n di - dik an tinggi agama yang mam - pu bersaing dengan pen di dik - an tinggi umum. “Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrowi, Menag Lukman Ha - kim, serta Mendes Marwan Ja - far berasal dari perguruan ting gi agama,” ungkapnya.

Selain itu, masih banyak lagi yang menjadi pejabat ting - gi negara lainnya, seperti wakil rakyat, gubernur, bupati atau wali kota, selain menjadi do - sen, profesor, dan guru besar ser ta PNS dan pengusaha serta to koh masyarakat.

P juliatmoko

Berita Lainnya...