Edisi 22-11-2015
49 Kali Beraksi, Maling Ninja-Satria Dibekuk


SEMARANG - Tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang berhasil menangkap komplotan pencuri sepeda motor asal Demak.

Diketahui, komplotan tersebut sudah beraksi selama 49 kali di tahun 2015 dengan incaran sepeda motor Suzuki Ninja dan Satria. Komplotan yang berhasil ditangkap tersebut adalah Ahmad Faisal, 17, warga Banyumeneng, Mranggen Demak; Muhammad Saiful, 21, warga Kebonbatur, Mranggen Utara, Demak dan Yoga Adi Saputra, 19, Kebonbatur, Mranggen, Demak.

Selain para tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kunci T modifikasi yang digunakan untuk mencuri, tiga buah ponsel dan 10 unit motor hasil kejahatan. Saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin, para pelaku mengaku selalu mengincar motor Ninja dan Satria. Sebab, menurut para pelaku, motor itu harganya mahal dan mudah untuk dijual.

“Memang paling sering mencuri motor jenis itu, tapi kalau ada motor lain yang tidak dikunci ganda, juga kami ambil,” kata otak komplotan tersebut, Faisal. Motor-motor hasil curian itu lanjut Faisal dijual kepada seorang penadah yang juga sudah ditangkap polisi, M Sodiq Ardianto,26, warga Karangawen Demak. Permotor, hanya dijual Rp3-4 juta. “Hasilnya dibagi rata dengan teman-teman,” imbuhnya.

Para pelaku tersebut ditangkap petugas di tempat persembunyaiannya di Mranggen, Demak pada Kamis (19/- 11). Dalam penangkapan itu, dua pelaku yakni Yoga dan Saiful terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap. Aksi terakhir yang dilakukan komplotan ini diketahui pada Sabtu (31/10) lalu.

Saat itu para pelaku mencuri sepeda motor Suzuki Satria H 5358 AA milik Aris Prasetyo yang sedang terparkir di rumahnya di Karanganyar V /13 Semarang Tengah. “Saya yang mengawasi, yang ngambil motornya Faisal,” kata pelaku lainnya, Saiful. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan, motor-motor hasil kejahatan tersebut rata-rata oleh pelaku dijual ke daerah Blora dan Grobogan.

Pihaknya mengaku masih terus mendalami kasus pencurian tersebut guna menangkap pelaku lain yang terlibat. “Saat beraksi pelaku tidak memilih-milih tempat, kadang di rumah kos, pemukiman warga hingga tempat- tempat umum,” terangnya. Untuk itu lanjut Burhanudin, pihaknya berharap masyarakat lebih berhati-hati dan memasang kunci ganda pada sepeda motor yang ditinggalkan.

Andika prabowo

Berita Lainnya...