Edisi 22-11-2015
Latih Anak Cuci Tangan dengan Permainan Ular Tangga


Mengajarkan anak agar terbiasa mencuci tangan tidaklah mudah. Meski sering kali diajari, mereka kerap memegang snack atau panganan dan langsung memakannya.

Tentu perilaku ini memudahkan kuman ke dalam tubuh melalui kedua tangannya. Perilaku anak-anak ini disebabkan mereka belum memahami pentingnya menjaga kesehatan. Guna memudahkan anak belajar sekaligus berlatih cuci tangan secara menyenangkan, mahasiswi dari Akademi Keperawatan (Akper) Pemprov Jateng membuat ular tangga “Mencuci Tangan yang Benar,” Tangan Bersih Keluarga Sehat” raksasa.

Ular tangga berbahan MMT itu digelar di salah satu stan di halaman Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November. Empat anak kecil terlihat berdiri kebingungan saat dibimbing di atas ular tangga raksasa oleh beberapa mahasiswi. Mereka hanya bisa bengong dan melihat instruksi dari para mahasiswi Akper Pemprov Jateng.

Usai menggelindingkan dadu raksasa, kaki anak tersebut dituntun menapak di kotak pada nomor berikutnya. Setiap kotak yang diinjak, panitia memberikan penjelasan kepada masing-masing anak, di antaranya Almira AR dan Ernest. Kendati terbilang lebih besar dibandingkan dengan anak lainnya, Almira juga tampak kikuk.

Pada kotak nomor 3, misalnya, ada petunjuk ratakan sabun dengan menggosok di kedua telapak tangan. Pada kotak 5, ada gambar anak sakit perut yang didapat akibat tidak mencuci tangan setelah bermain. Di kotak 6, dianjurkan mencuci tangan menggunakan air bersih. Kemudian di kotak 12, dianjurkan supaya menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, lakukan pada kedua telapak tangan.

Sementara kotak 14 adalah lokasi menurun (gambar ular) karena tangan kotor sehingga banyak kuman. Adapun kotak 19, menganjurkan agar cuci tangan setelah buang air besar dan kecil. Setelah salah satu anak, yakni Ernest, 3, berhasil memenangkan permainan, satu per satu mereka diajari secara langsung cara mencuci tangan.

Di samping ular tangga tersebut juga telah disediakan wastafel berikut sabun. Penanggung jawab permainan Nia Kurniawati mengatakan, game tersebut bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak maupun masyarakat cara mencuci tangan yang bersih dan benar. Cuci tangan yang dilakukan masyarakat selama ini dinilai kurang tepat. “Ada enam langkah mencuci tangan.

Selain di sela-sela jari dan telapak tangan, kedua tangan harus saling mengunci,” ujarnya. Tidak hanya pada anak usia dini, game tersebut juga menyasar orang dewasa. Setelah anak-anak menyelesaikan game, beberapa pria dewasa juga tertarik bermain. Harapannya, setelah mengikuti game tersebut, mereka mengajarkan cara mencuci tangan yang benar kepada anak-anaknya.

ARIF PURNIAWAN
Kota Semarang


Berita Lainnya...