Edisi 22-11-2015
Napas Baru dari Batik


Batik Nusantara memang tak akan ada habisnya untuk dieksplorasi, terutama di dunia fashion. Seolah memberi napas baru, kain batik menyatu dalam busana kekinian.

Tengoklah koleksi Dhievine yang menawarkan keindahan batik Pekalongan dalam busana bermotif Peacock and The Ants Colony. Motif- motif berdampingan dalam palet warna natural. Desain mengadaptasi gaya berbusana wanita zaman dulu. Kesempurnaan tergambar dalam setiap detail dalam pola dan cutting.

Gaya yang sempat populer puluhan tahun lampau didesain ulang dalam ranah modern. Seolah memasuki lorong waktu membayangkan gaya berbusana di masa itu. “Motif tersebut tergolong susah didapatkan tapi tepat mempresentasikan tema,” kata Creative Director Dhievine Widya Andhika. Sackdress, top, crop, dan rok juga hadir dalam corak batik. Batik dari Pekalongan menjadi material utama didominasi warna cokelat, hitam, dan putih gading.

Kombinasi segar memberikan look modern secara keseluruhan. Chic dan elegan plus kesan tradisional masih sangat kuat terasa. Top asimetris dengan detail bordir dikombinasikan tile membentuk lekuk tubuh wanita. Aplikasi simpel dari lace Prada tanpa menanggalkan keindahan batik itu sendiri.

“Motif memang terlalu ramai sehingga harus dikreasikan supaya tidak monoton,” ujar Dhika, sapaan akrabnya. Teknik cutting cukup jeli agar tidak terkesan ramai dan fokus kepada estetika. Dress cantikala mermaid jugatidak menanggalkan jejak kuno. Tampilan elegan semakin didapat dari potongan one shoulder.

Koleksi ini juga bisa menemui rok dalam potongan asimetris. Layer di sisi rok memberikan aura feminim dan manis. Dhika memilih embos batik, organdi, silk dan brokat Prada untuk menerjemahkan ide dalam sudut pandangnya. Konsisten diperlukan untuk merangkul anak muda senang mengenakan batik.

Beberapa anak muda masih ragu menggunakan batik karena dianggap kurang dinamis. Desain up to date mengikuti perkembangan panggung mode tapi tidak menanggalkan ciri khas. Corak batik ini pun memiliki makna yang indah. “Kumpulan semut tampak serupa namun tetap berusaha tampil seperti peacock untuk mencuri perhatian.

Terlihat sama (homogen) namun setiap individu bisa tampil terlihat beda dan unik, terutama dalam memilih busana,” paparnya. Rangkaian koleksi busana wanita mengedepankan kain batik asli Indonesia juga bisa diintip dari koleksi The Real Margaria Semarang. “Koleksi pamungkas di akhir tahun untuk menyambut tahun baru. Batik dari Cirebon dan Wonogiri dipilih sebagai material utama,” kata Asisten Manager The Real Margaria Semarang Ulfatusy Syahriyah.

Keceriaan warna-warna segar dan corak bunga hadir dalam dua batik ini. Perpaduan batik dan kain lain menjadi gaya berbeda dari biasanya. Long dress terkesan mewah dalam padanan material seperti organdi, brokat, tile dan sifon. Elemen batik hanya “disematkan” di bagian atas dikolaborasikan dengan tile. Busana tumpuk dari tile terlihat girly dalam balutan warna peach .

Akses bordir di bagian dada memberikan sentuhan mewah. Gaun panjang kombinasi batikdanorgandiberpotongan dress slim membuat tampilan lebih chic. Bentuk corak dari batik tersebut memberikan tantangan tersendiri. Ada batik dengan motif kecil didesain agar kesan “ramai” dapat dihindari.

Lain lagi batik dalam motif besar mengungkap tampilan mewah nan elegan diperoleh dari batik motif besar ini. “Setiap corak didesain berbeda mengungkapkan karakteristik motif tersebut,” ujarnya.

Hendrati hapsari

Berita Lainnya...