Edisi 22-11-2015
Pengusaha Menerima Meski Dinilai Memberatkan


Kalangan pengusaha menerima kebijakan penetapan UMK yang ditetapkan Gubernur Jateng yang menggunakan landasan Pergub dan PP Pengupahan.

General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Deddy Mulyadi Ali, mengakui kenaikan UMK Kota Semarang dari sebelumnya Rp1.685.000 menjadi Rp1.909.000 lebih tinggi dari yang diharapkan para pengusaha. “Sebenarnya dengan kenaikan mencapai 14% dan kondisi dunia usaha yang belum begitu stabil sangat memberatkan.

Tapi kami melihat kebijakan Gubernur Jateng tersebut merupakan yang terbaik,” ujarnya kemarin. Dia berharap penetapan UMK 2016 yang sebagian besar menggunakan pergub tak diberlakukan lagi pada penetapan UMK tahun berikutnya. Sebab, sudah ada petunjuk teknis yang memiliki kekuatan hukum pasti.

Sehingga ke depannya penetapan UMK menggunakan PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. “Kalau sekarang ini bisa dikatakan masa transisi dari pergub ke PP 78 sehingga kami masih bisa menerima itu,” ucapnya. Menurut Deddy, jika sistem pengupahan disesuaikan dengan PP Pengupahan maka pengusaha merasa lebih tenang.

Hal itu karena pengusaha bisa mengatur keuangan dengan baik lantaran kenaikan upah sudah bisa diprediksi sebelumnya. Dia berharap dengan penetapan UMK yang sekarang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga sektor industri manufaktur makin menggeliat.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kota Semarang Agung Wahono menambahkan, penetapan UMK memang belum sesuai yang diharapkan oleh kalangan pengusaha yakni menggunakan PP Pengupahan. Menurutnya, pasti akan ada pengusaha yang merasa keberatan dengan kebijakan UMK 2016. “Berapa pun kenaikannya, sebenarnya pastilah memberatkan, apalagi kondisi dunia industri saat ini belum membaik,” ujarnya.

462 Perusahaan di Tegal Dipantau

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal segera menyosialisasikan upah minimum kota (UMK) 2016 yang sudah ditetapkan ke 462 perusahaan yang beroperasi di Kota Bahari. Dinas akan melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh perusahaan melaksanakan ketetapan UMK.

Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Tegal Umi Pramunarti mengatakan, usulan besaran UMK 2016 yang diajukan ke gubernur sebelumnya sudah melalui pembahasan bersama dengan serikat pekerja dan perusahaan sehingga tidak ada alasan perusahaan tidak melaksanakan ketetapan gubernur.

Dari hasil musyawarah di Dewan Pengupahan, konfederasi pekerja dan perusahaan menyatakan sepakat atas penetapan usulan UMK yang sudah diajukan ke gubernur, kata Umi kemarin. UMK Tegal 2016 ditetapkan melalui formulasi pergub sebesar Rp1.385.000. Jumlah perusahaan yang beroperasi di Kota Tegal saat ini mencapai 462 perusahaan.

Terdiri dari 17 perusahaan skala besar, 116 perusahaan skala menengah, dan 329 perusahaan skala kecil. Sedangkan jumlah tenaga kerja berdasarkan data yang tercatat di Dinsosnakertrans mencapai19.763 orang. Selain melakukan sosialiasi, kami juga akan lakukan pemantauan melalui tim yang diterjunkan ke perusahaan-perusahaan untuk memastikan ketetapan tentang UMK 2016 dilaksanakan oleh perusahaan, tandas Umi.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal Dyah Kemala Shinta berharap seluruh perusahaan di Kota Tegal dapat mematuhi ketetapan gubernur terkait UMK 2016. Karena sudah melalui pembahasan dan kesepakatan bersama, mestinya semua pihak harus mematuhi dan melaksanakan, jelasnya.

Andik sismanto/ farid firdaus

Berita Lainnya...