Edisi 22-11-2015
Pimpinan BNI 46 Digembleng Pendidikan Bela Negara


SEMARANG – Sebanyak 88 unsur pimpinan dan manajer BNI 46 se-Jateng & DI Yogyakarta mengikuti kegiatan Bela Negara oleh Badan Pendidikan dan Latihan (Bandiklat) Kementerian Pertahanan.

Mereka digembleng pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan di Balai Diklat Provinsi Jateng, Srondol, Semarang selama tiga hari, 20-22 November. Diklat bela negara dibuka oleh Kepala Bandiklat Kemenhan Mayjen TNI Hartind Asrin di Balai Diklat Srondol, kemarin. Tampak hadir Pemimpin Divisi Pengelolaan Jaringan BNI 46 Iwan Abdi, Asisten Sekda Jateng Siswo Laksono dan Perwakilan Kemenhan Jawa Tengah Kolonel Kav Wawan Tjahjono.

Hartind Asrin menjelaskan pendidikan dan latihan bela negara tersebut berbeda dengan pendidikan dasar kemiliteran. “Dalam diklat bela negara ini tidak ada kegiatan kesamaptaan atau yang bersifat fisik seperti renang dan lari. Semuanya paling banyak di kelas. Karena sebenarnya titik berat pendidikan ini ada pada pembentukan karakter, bukan fisik atau kemampuan berperang,” kata Mayjen TNI Hartind Asrin.

Menurut Hartind, definisi bela negara adalah sikap perilaku yang dijiwai semangat cinta Tanah Air dengan dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945 guna menjamin kelangsungan hidup bangsa. “Jadi dengan mengikuti bela negara ini diharapkan akan terwujud manusia Indonesia yang memiliki karakter cinta Tanah Air dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Materi yang diberikan terbagi atas tiga tataran, pertama merupakan studi dasar yang antara lain menyangkut 4 pilar berbangsa dan bernegara serta Sishankamrata. Kedua studi inti berkaitan dengan pembentukan karakter dan kejiwaan, serta ketiganya studi tambahan berupa muatan lokal ke-BNI-an.

“Penekanan 5 Nilai Dasar Bela Negara juga dilakukan kepada para peserta, yakni Semangat Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Rela Berkorban demi Bangsa dan Negara, Yakin Pancasila sebagai Ideologi Negara, serta Kesiapan awal Bela Negara. Peserta juga mendapatkan pengetahuan Intelijen Dasar,” ungkap Hartind.

Dalam data base Kemenhan hingga kini tercatat sudah ada 64.000 kader bela negara dari pembentukan- pembentukan sebelumnya, baik dari Resimen Mahasiswa, pendidikankaderkepemimpinan dan lainnya. Jadi untuk menutup target 100 juta militan hingga 2024, pihaknya optimistis bisa tercapai.

Apalagi di seluruh Indonesia sudah terdapat 45 titik yang siap mendidik kader bela negara. Pemimpin Divisi Pengelolaan Jaringan BNI 46, Iwan Abdi menyebutkan terdapat 2.020 karyawan BNI 46 yang tersebar diwilatah Jateng dan DI Yogyakarta. Namun dalam pelatihan bela negara ini hanya diikuti 88 personel dari unsur pimpinan dan manajer.

“Tujuan kami bukan ingin menguasai ilmu perang, melainkan dengan wawasan bela negara yang kami dapat, kami bisa bekerja dengan dilandasi semangat cintaTanahAirdanpembelaan terhadap bangsa dan negara,” kata Iwan Abdi. Menurutnya, pendidikan dan latihan bela negara yang diikuti unsur pimpinan dan manajer BNI 46 ini merupakan pendidikan kader.

“Dengan selesainya pendidikan nanti diharapkan para lulusan akan menjadi kader bela negara di wilayah kerja masing-masing. Dengan kata lain mereka bisa menggelorakan semangat bela negara terhadap anak buah masing-masing,” katanya.

Ahmad antoni

Berita Lainnya...